Kedua petinju langsung mendapat sambutan dan teriakan menarik dari penonton di awal ronde. Tiga ronde pertama, Bradley unggul dengan mendaratkan beberapa pukulan ke bagian tubuh Marquez. Ronde ketiga diakhiri dengan tekanan Bradley kepada petinju asal Meksiko itu di sudut ring.
Pada ronde ketiga dan keempat petinju tampak saling serang melancarkan pukulan. Bradley yang dijuluki Dinamita ini mencoba menekan di ronde kelima. Namun Marquez mampu memasukkan beberapa pukulan ke bagian tubuh Bradley meski dia dengan cepat melakukan
counter.Duel jarak dekat masih terjadi di ronde ketujuh dan Bradley terlihat lebih tenang. Bradely semakin berada di atas angin setelah unggul dalam pengumpulan angka.
Bahkan pada ronde ke-10, pukulan tangan kanan Bradley berhasil kena telak ke wajah Marquez. Setelah melewati 12 ronde, juri menilai 115-113 untuk Marquez, 115-113 untuk Bradley, dan 116-112 untuk Bradley. Hasil ini membuat Bradley mengemas rekor tak terkalahkan dalam 31 pertarungan.
Usai pertandingan dengan keringat dan rasa sakit yang dialaminya, Bradley mengaku selalu waspada dan berkonsentrasi ketika pertarungan berjalan.
“Sepanjang pertarungan saya terus mengontrol gerak dia. Saya pun sempat pusing menebak gerak Marquez. Tapi saya bisa membuatnya gagal melesatkan banyak pukulan,†katanya dikutip dari
GMANews.Bradley sadar, lawannya merupakan petinju yang sangat cerdas. Petinju asal Amerika itu mencoba bergerak sepanjang pertandingan, sehingga membuatnya kesulitan melayangkan pukulan.
“Marquez sangat tangguh. Saya hanya mempertahankan kemenangan ini.†***
BERITA TERKAIT: