Tim investigasi ini akan menyelidiki izin konsultan pemenang tender disamping meminta keterangan dari pihak Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI.
"Kemarin, kami sudah turunkan tim untuk meneliti. Tapi kami memang sedang mengkaji SKPD yang tidak mengerti bangunan sebaiknya diserahkan pada SKPD yang mengerti tentang bangunan," kata Basuki di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (20/9).
Ahok pun menyayangkan kejadian itu bisa terjadi. Apalagi diketahui kasus serupa juga menimpa banyak gedung Pemprov DKI lainnya seperti puskesmas dan sekolah. Ia menengarai adanya kelalaian dari pihak pengembang karena tidak memahami konstruksi bangunan yang mendukung keselamatan pekerja dan pengguna.
"Bisa dibayangkan, orang tidak mengerti bangunan diserahkan pada konsultan yang semuanya menang tender. Kalau konsultannya abal-abal, bisa kejadian macam-macam. Kita tidak tahu apakah konsultan ini beres atau tidak," ujarnya.
Mestinya, seluruh pengerjaan proyek bangunan untuk fasilitas umum menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI.
"Harusnya dulu menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan. Ini harus kita evaluasi. Kita harus bersyukur masih selamat korbannya, walaupun luka parah," ucap Ahok.
[wid]
BACA JUGA: