Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai operasi OYK kerap salah sasaran. Justru, yang menjadi target operasi petugas cenderung hotel dan kos-kos mahasiswa serta pekerja di level menengah ke atas. Sedangkan, petugas lupa kalau pendatang yang tidak memiliki kemampuan berada di pemukiman kumuh dan kemudian mencari uang dengan berjualan di bahu-bahu jalan ibukota.
"Makanya operasi yustisia nggak ada lagi. Masak orang yang tinggal di hotel 4 juta anda operasi yustisia? Mau nyari cewek cantik, saya bilang. Masak mereka bayar ditangkap, kan kita mengundang wisatawan. Yang tidak boleh kan yang datang yang tidak punya kemampuan saja kan," ujar Basuki kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).
Wagub yang akrab disapa Ahok ini justru mengundang sebanyak-banyaknya orang datang ke Jakarta. Namun dengan syarat, mereka harus memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang jelas. Kalau perlu, untuk pendatang yang potensial, Ahok akan memberi kesempatan untuk dibuatkan KTP DKI.
"Selama anda tidak bikin onar. Kalau anda mau pindah ktp DKI pun boleh, kita bantu. selama anda ada usaha. anda beli apartemen atau menginap dihotel, boleh aja," ujarnya.
Ahok mengatakan Jakarta akan menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia. Oleh karena itu, OYK yang kerap salah sasaran dinilai mengganggu kenyamanan para wisatawan. Padahal, uang yang dikeluarkan oleh wisatawan nantinya juga akan mengalir ke kas Pemprov DKI Jakarta.
[wid]
BACA JUGA: