Di awal laga del Potro sempat terpeleset di atas rumput Centre Court, komplek All England Club, London saat laga baru berjalan lima menit. Unggulan kedelapan itu sempat khawatir akan berakhir di babak awal. Namun dia segera kembali ke lapangan usai menerima perawatan medis.
Usai perawatan, del Potro langsung tampil trengginas. Dia mengakhiri set pertama dengan keunggulan 6-2 dalam tempo 43 menit, sebelum kembali mengamankan set kedua 6-4.
Ferrer yang terlambat panas baru memberikan perlawanan di set ketiga. Namun, del Potro jauh lebih tangguh dengan menutup set ketiga 7-6 (5).
Del Potro tak bisa menyembunyikan kegembiraannya karena berhasil mencapai semifinal Wimbledon untuk kali pertama dalam karirnya. “Saya memainkan tenis terbaik dalam pertandingan ini. Saya sangat senang dapat mengalahkan salah satu pemain terbesar musim ini.,†ujar del Potro usai laga dikutip BBC, kemarin.
Ferrer sendiri menilai, lawannya memang berpeluang besar melaju hingga partai pamungkas dan jadi juara.
“Dia telah memenangkan satu gelar grand slam dan masih muda. Saya pikir dia memiliki segalanya memenangkan grand slam yang lain,†ujarnya.
Selanjutnya del Potro akan menghadapi unggulan teratas, Novak Djokovic, dinihari nanti. Djoker-julukan Djokovic lolos usai menyingkirkan petenis Republik Ceska, Tomas Berdych.
Di laga ini, Berdych membuat cukup banyak kesalahan fatal. Akibatnya, dia harus rela kalah 7-6 (5), 6-4, 6-3. Sebelum melakukan kesalahan, Berdych mengungkapkan, sebenarnya Djokovic tidak memulai permainan set kedua dengan baik dibandingkan dirinya.
“Tapi saya baru saja memulai dengan dua kesalahan. Kemudian seluruh permainan akan terus memburuk,†sesal Berdych.
Djokovic sendiri tak sungkan memberikan pujian pada Berdych. Menurutnya, Berdych sangat tahu bagaimana bermain dengan bagus di lapangan rumput. Bahkan, Djokovic mencoba membawa ingatan kembali ke belakang, ketika dia dikalahkan Berdych di semifinal Wimbledon 2010.
Sementara itu, petenis favorit tuan rumah Andy Murray dipaksa melakoni laga sengit sebanyak lima set mengalahkan Fernando Verdasco untuk bisa lolos ke semifinal.
Melawan petenis Spanyol itu, Murray melakukan start dengan lambat sehingga kalah di dua set awal. Namun Murray berhasil merebut tiga set terakhir untuk memastikan kemenangan 4-6, 3-6, 6-1, 6-4 dan 7-5.
Di set penentuan, Murray memperoleh momentum ketika berhasil mematahkan servis petenis kidal Spanyol itu di gim ke-11. Sebuah ace membuat Murray menciptakan match point ketiga sebelum pukulan forehand Verdasco yang terlalu panjang memastikan kemenangan dia.
“Verdasco bermain luar biasa bagus di set pertama, di set kedua aku membuat sejumlah keputusan buruk. Dia benar-benar seorang petenis yang sangat,†ujar Murray usai laga.
Selanjutnya, petenis rangking dua dunia itu akan ditantang petenis Polandia Jerzy Janowicz. Di laga perempatfinal lainnya, Janowicz mengalahkan kompatriotnya Lukasz Kubot straight set 7-5m 6-4 dan 6-4.
Murray dan Janowicz baru dua kali bertemu. Semuanya di lapangan keras dan masing-masing meraih kemenangan. Pada duel terakhirnya yang terjadi di babak 16 Besar Paris Terbuka, Janowicz menang 5-7, 7-6(4), 6-2. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: