Ini sekaligus menjadi gol ke-21 yang dicetak oleh Neymar selama berkostum Brazil. Ia pun mempersembahkan itu untuk orang-orang terdekatnya.
“Saya selalu terinspirasi bermain dengan memikirkan keluarga. Saya pikir (gol ini) untuk keluarga saya. Ayah, ibu, saudari saya, putra saya, kekasih. Perasaan ini sangat menyenangkan,†ungkap pamain baru Barcelona itu.
Gol cepat pada menit ketiga itu boleh dibilang cukup cantik, bermula dari umpan Marcelo kepada Fred yang menggunakan dadanya untuk menahan bola, kemudian Neymar menyambut dengan voli keras yang tidak mampu diantisipasi oleh kiper Jepang, Kawashima.
Usai turun minum, gantian Paulinho dan Jo yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memperbesar keunggulan Brazil. Jo, yang masuk menggantikan Fred berhasil memperlebar jarak menjadi 3-0. Memanfaatkan umpan terobosan dari Oscar, lalu meneruskannya dengan tendangan yang tidak mampu diantisipasi oleh Kawashima.
Setelah gol cantiknya pada menit-menit awal, Neymar mendapatkan pengawalan ketat dari pemain belakang Jepang. Alhasil, pamain kelahiran Sao Paulo 21 tahun lalu itu harus ditarik keluar oleh pelatih, Luis Felipe Scolari. Setelah mendapat tackle keras dari Atsuto Uchida yang diganjar kartu kuning oleh wasit.
Kondisinya pun masih simpang-siur hingga berita ini diturunkan, namun megabintang Selecao itu menegaskan hal itu tidak perlu dikhawatirkan.
“Saya siap 100 persen untuk laga melawan Meksiko. Saya senang bisa mencetak gol. Saya mengatakan itu karena ingin terus berkembang dan menginginkan tim ini bermain sebagai satu kelompok,†ujar Neymar usai laga, seperti dilansir Reuters.
Sementara itu meski kalah telak, pelatih Jepang, Zaccheroni merasa tim samurai biru belum menunjukan kekuatan terbaiknya. “Kami hanya menunjukan 50 persen dari yang kami miliki,†tuturnya usai laga, seperti dilansir Soccerway.
“Brazil sangat pintar dan bermain penuh hasrat di atas lapangan. Kami tidak bisa menunjukan kemampuan kita,†keluhnya. Meski sudah harus menelan kekalahan, peracik strategi berusia 60 tahun itu optimistis timnya bisa menang di laga selanjutnya.
“Kami harus bangkit dan bersiap, karena tes sesungguhnya akan datang ketika melawan Meksiko dan Italia,†tutup bekas pelatih AC Milan, Inter Milan dan Juventus itu. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: