Bukti keperkasaan Bayern ini berlanjut di kompetisi Eropa. Tim Bavaria berhasil mencukur keperkasaan peraih scudeto Serie A Italia, Juventus di perempat final Liga Champions dengan agregat 4-0. Keperkasaan ini semakin menjadi-jadi kalatim besutan Jupp Heynkess ini mempercundangi raksasa asal Spanyol, Barcelona di semifinal dengan agregat tujuh gol tanpa balas. Tak pelak, piala Champions kali ini akan mengukuhkan status Muenchen sebagai satu-satunya klub sepakbola yang berkuasa di Jerman selama lima dekade terakhir ini.
Tentu ini merupakan pertanda buruk bagi Borussia Dortmund, yang akan melawan tim asal Munich itu dalam final Liga Champions malam dinihari nanti (Minggu, 26/5) di Wembley Stadium, London, Inggris.
Namun kapten Dortmund, Sebastian Walter Kehl, justru menyebut bahwa semua fakta keperkasaan itu tidak sepenuhnya menguntungkan bagi Muenchen. Malah, lanjutnya, pertandingan hasil final nanti malam bisa menjadi bumerang bagi Philipp Lahm dkk.
"Mereka akan sangat gugup tentang apa yang bisa terjadi di London. Musim mereka akan hancur jika mereka tidak memenangkan final Liga Champions," kata gelandang bertahan Dortmund itu, seperti dilansir kantor berita
ESPN, Jumat (24/5).
Kejadian seperti ini, lanjutnya, juga pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada 1999 dan 2012 silam. Saat itu, Bayern dikalahkan Manchester United dan Chelsea final Liga Champions. Dua kekalahan ini berbuntut pada kepanikan Bayern oleh Dortmund di liga lokal. Padahal, ketika itu kekuatan Bayern sangat jauh melampaui Dortmund.
[ian]
BERITA TERKAIT: