Tertinggal di set pertama 10-21, Alamsyah mampu meÂngeÂjÂÂar ketertinggalan dengan meÂÂngÂamankan dua set berikutnya. Di set kedua Alamsyah bangkit. Dia menang mudah dengan selisih cuÂkup jauh, 21-9. Alamsyah yang berhasil meÂmakÂsakan set ketiga kembali menÂÂdapatkan perlawaÂnan keras dari lawannya. Di set penentuan ini, Alamsyah hanya berhasil ungÂgul tipis 21-19 dan memasÂtikan membawa pulang satu geÂlar dari Malaysia.
Dari nomor ganda putri, meski mempertemukan
All Indonesian Final, Pia Zebaedah Bernadeth/RizÂki Amelia Pradipta tetap tamÂpil ngotot mengalahkan rekan seÂneÂgara Aprilia Putri/Vita MarisÂsa. Pia/Rizki akhirnya berhasil mengalahkan pasangan junior-senior itu dalam pertarungan tiga set 21-17, 16-21 dan 21-17.
Di laga ini, pasangan Pia/Rizki sempat kehilangan set kedua. NaÂmun, di set selanjutnya, mereÂka tamÂpil lebih konsisten dan meÂmaÂsÂtikan gelar juara usai melaÂkoÂni pertarungan selama 53 menit.
Merah Putih meraih satu gelar lagi di nomor ganda campuran lewat pasangan Praveen Jordan/Vita Marissa. Praveen/Vita yang meÂladeni ganda Malaysia Aik QuÂan Tan/Pei Jing Lai berhasil meÂnang dalam pertarungan seÂngit tiga set dalam waktu 53 menit.
Di set pertama, usai melalui perjuangan yang gigih, Praveen/Vita akhirnya harus kalah 20-22. Masuk set kedua, pasangan yang baru dipasangkan pada awal tahun ini berhasil membalikkan keadaan, dan berhasil unggul 21-13 dan memaksakan set ketiga. Di set penentuan, Praveen/Vita berhasil mempertahankan ritme permainannya dan menutup set ini dengan skor 21-17.
Meski baru dipasangkan pada awal tahun, pasangan ini sudah berhasil menggondol 2 gelar juÂara. Pertama, saat berhasil meÂraih Australia Open Grand Prix, dan teranyar di turnamen ini. Meski tidak muda lagi, Vita terÂnyaÂta masih mampu tampil baÂgus bersama pasangannya yang berusia lebih muda. Dia mengÂaku selalu memaksimalkan peÂmaÂÂnasan sebelum bertanding.
“Di Malaysia Open ini saya perÂnah main sehari tiga kali. BahÂkan waktu di New Zealand bisa main sehari empat kali. SeÂtelah maÂin, badan rasanya capek sekali, tapi puas karena sudah berÂusaha dan hasilnya maksiÂmal,†ujarnya diÂlansir situs resmi PBSI, kemarin.
Selain itu, dia juga selalu memÂpunyai motivasi baru dalam menÂjalani tiap laga. “Setiap berÂtanÂÂding, anggaplah pertadingan itu adalah yang terakhir dalam hidupÂmu. Bermainlah sebaik mungÂkin dan kerahkan semua kemampuanmu untuk hasil yang terbaik.†[Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: