Organisasi yang menjadi peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kepemudaan tingkat nasional, organisasi kedaerahan, hingga komunitas Orang Muda Katolik (OMK) yang terbagi dalam 36 pasangan ganda putra dan 24 pasangan ganda putri.
“Animo yang besar ini menunjukkan keseriusan kita bersama dalam mengisi kemerdekaan Indonesia melalui olahraga," kata Ketua Panitia Turnamen Badminton, Anakletus Fasak dalam keterangan resmi, Jumat 21 Agustus 2026.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, namun bagian dari ikhtiar orang muda dalam merawat persatuan, nilai kebangsaan, dan persaudaraan lintas organisasi.
“Lapangan badminton hari ini menjadi saksi bahwa perbedaan latar belakang organisasi dapat disatukan oleh sportivitas dan kecintaan terhadap tanah air,” kata Gusma.
Gusma menambahkan, keterlibatannya dalam turnamen ini merupakan bagian dari komitmen Pemuda Katolik dalam menerjemahkan ajaran sosial gereja melalui keterlibatan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk melalui semangat
pro bono publico.“Inilah wajah pemuda Indonesia: saling merangkul, mengedepankan kolaborasi, dan siap melangkah bersama," pungkas Gusma.
BERITA TERKAIT: