"Jangankan buat mandi, untuk ambil wudhu saja nggak bisa," keluh seorang warga setempat, Mansyur.
Ia menceritakan, kondisi ini terjadi setelah pasokan air dari PAM berhenti mengalir. Namun hingga kini belum ada tindakan jelas dari instansi terkait.
"Tidak tahu ini sampai kapan, yang pasti kami telah dibuat repot," tuturnya.
Hal senada juga dikeluhkan Parwati. Ia mengaku kerepotan terutama saat anak-anaknya hendak mandi sebelum berangkat sekolah. Dirinya pun terpaksa harus mengeluarkan kocek untuk membeli air secara eceran.
"Untuk mandi, saya beli air dirijen yang dijual melalui gerobak dorong seharga Rp 2.500 sampai 3 ribu, itu juga kalau pas ada yang lewat di depan rumah, kan berat banget jadinya,†ungkapnya seraya berharap masalah ini segera tertangani.
Sementara Ketua RW 10, Abdul Rasyid mengatakan bahwa pihaknya sdah melaporkan persoalan itu kepada instansi pengelola air setempat.
"Sejauh ini pihak perusahaan hanya menjawab akan memperbaiki segera, namun sampai saat itu tidak juga dilakukan," kata Abdul.
[wid]
BACA JUGA: