Keduanya keluar sebagai kamÂÂpiun setelah mengalahkan ganda campuran Korea Selatan Ko Sung-hyun/Kim Ha-na 21-16, 21-13. Ini merupakan gelar juÂara ketiga beruntun mereka di India Super Series. Tahun lalu, TonÂtowi/Liliyana menjadi yang terÂÂbaik setelah mengalahkan SudÂÂket Prapakamol/Saralee Toungthongkam, sedangkan paÂda 2011 mereka menyudahi final sesama Indonesia dengan mengÂaÂlahkan Fran Kurniawan/Pia ZeÂbadiah Bernadeth.
Tahun ini, hanya butuh 33 meÂnit bagi pasangan nomor dua terÂbaik dunia versi BWF itu unÂtuk mengangkat trofi. Catatan waktu ini nyaris sama dengan di semiÂfinal ketika mereka menang muÂdah dari pasangan Polandia RoÂbert Mateusiak/Nadiezda Zieba.
Setelah ini, keduanya akan langÂsung fokus untuk memperÂpanÂjang kesuksesan di Piala SuÂdirman, 19-26 Mei 2013 di KuaÂla Lumpur, Malaysia.
Dalam turÂnaÂmen beregu itu, pasangan yang disapa Owi/Butet tersebut meÂnargetkan untuk meÂnyumÂbang poin bagi kontiÂngen Merah-Putih.
“Setelah dari India, kami langÂsung bersiap untuk Piala SudirÂman. Kami memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan poin bagi Indonesia†kata Liliyana.
Indonesia akan berhadapan deÂngan India dan China di fase Grup A. Ketua Bidang PembiÂnaÂan dan Prestasi Rexy Mainaky meÂÂmang sudah membenani tarÂget kepada juara All England 2013 itu sebaÂgai tulang punggung tim yang harus menyumbang poin.
Tontowi menambahkan gelar di India ini akan mempertinggi kepercayaan diri mereka di Piala SuÂdirman. Lebih jauh lagi, ia juÂga optimistis bisa menyabet geÂlar di Kejuaraan Dunia yang akan dilangsungkan di Guangzhou, China, 5-11 Agustus mendatang.
Selain di India Terbuka, TonÂtowi/Liliyana sebelumnya juga mencetak hat-trick di turnamen Macau Terbuka Grand Prix Gold dengan menjadi juara pada tahun 2010, 2011 dan 2012. Sementara tahun ini, gelar juara India Terbuka merupakan yang kedua dengan All England. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: