Perdebatan mengenai pengÂguÂnaan teknologi garis gawang memang terus bergulir, ada yang pro, namun tak sedikit juga yang kontra. Platini pun sekali lagi berada di pihak yang menantang.
Dia menilai, alokasi bujet unÂtuk membangun teknologi garis gaÂwang sejatinya bisa dimanÂfaatkan untuk proyek lain yang jauh lebih potensial. “Jika kita akan menggunakan teknologi garis gawang ini di Liga ChamÂpions atau Liga Europa, maka kami harus menyiapkannya di setiap stadion di mana pertanÂdingÂan berlangsung,†ujar Platini daÂlam konfrensi pers setelah mengÂhadiri rapat komite ekseÂkutif UEFA.
Selain itu, lanjutnya, proyek ini memiliki sistematika yang ruÂmit. KaÂrena, dengan menerapkan tekÂnologi itu, UEFA diharuskan meÂlakukan Install di seluruh StaÂdion daratan Eropa, yakni 280 Stadion.
Dia juga mengungkapkan, perÂkiraan jumlah biaya yang harus dikeluarkan jika teknologi garis gawang itu benar-benar diÂjalankan. Biayanya, dia meÂnamÂbahkan, berkisar 54 juta Euro atau setara Rp 672 miliar untuk periode lima tahun demi mengÂantisipasi kesalahan yang belum pasti.
“Hal ini akan menelan biaya di kisaran 54 juta euro selama liÂma tahun untuk teknologi satu ini, jadi ini cukup mahal untuk jeÂnis kesalahan yang terjadi seÂkali setiap 40 tahun,†kata pemain timnas Prancis era 1980-an ini.
Dia menyarankan anggaran sebesar itu, sebaiknya digunakan untuk keperluan yang penting saja. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: