UEFA: Teknologi Garis Gawang Mahal

Sabtu, 30 Maret 2013, 08:00 WIB
UEFA: Teknologi Garis Gawang Mahal
Michel Platini
rmol news logo .Proyek teknologi garis ga­wang yang digagas FIFA menuai kritik. Dengan tegas Presiden UEFA Michel Platini mela­yang­kan suara minornya. Karena, me­nurutnya, teknologi garis ga­wang akan memakan banyak bia­ya, dan sebaiknya budget untuk proyek itu dialokasikan ke hal lain.

Perdebatan mengenai peng­gu­naan teknologi garis gawang memang terus bergulir, ada yang pro, namun tak sedikit juga yang kontra. Platini pun sekali lagi berada di pihak yang menantang.

Dia menilai, alokasi bujet un­tuk membangun teknologi garis ga­wang sejatinya bisa diman­faatkan untuk proyek lain yang jauh lebih potensial. “Jika kita akan menggunakan teknologi garis gawang ini di Liga Cham­pions atau Liga Europa, maka kami harus menyiapkannya di setiap stadion di mana pertan­ding­an berlangsung,” ujar Platini da­lam konfrensi pers setelah meng­hadiri rapat komite ekse­kutif UEFA.

Selain itu, lanjutnya, proyek ini memiliki sistematika yang ru­mit. Ka­rena, dengan menerapkan tek­nologi itu, UEFA diharuskan me­lakukan Install di seluruh Sta­dion daratan Eropa, yakni 280 Stadion.

Dia juga mengungkapkan, per­kiraan jumlah biaya yang harus dikeluarkan jika teknologi garis gawang itu benar-benar di­jalankan. Biayanya, dia me­nam­bahkan, berkisar 54 juta Euro atau setara Rp 672 miliar untuk periode lima tahun demi meng­antisipasi kesalahan yang belum pasti.

“Hal ini akan menelan biaya di kisaran 54 juta euro selama li­ma tahun untuk teknologi satu ini, jadi ini cukup mahal untuk je­nis kesalahan yang terjadi se­kali setiap 40 tahun,” kata pemain timnas Prancis era 1980-an ini.

Dia menyarankan anggaran sebesar itu, sebaiknya digunakan untuk keperluan yang penting saja. [Harian Rakyat Merdeka]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA