Duel final yang digelar di The Racquet Club of the South, AtÂlanÂÂta itu menjadi partai ulangan fiÂnal Atalanta Terbuka tahun lalu.
Di laga tersebut, Fish yang kini berusia 29 tahun sempat terÂtinggal 3-6 di set pertama, mamÂpu bangkit. Tertinggal 1-5 dan 4-6, Fish bangkit dengan memperÂoleh empat poin beruntun sekaÂligus menyudahi set kedua deÂngÂan kemenangan 7-6.
Di set penentuan, giliran Fish mendikte permainan Isner. BeÂberapa kali petenis jangkung itu tidak mampu mematahkan servis Fish. Bahkan, Isner membuat dua kali
double-faulted sebelum akhirnya ditutup dengan kemeÂnangan 6-2 buat Fish.
“Saat Anda berada dalam poÂsisi tertinggal di suatu pertandiÂngan, rasanya seperti nyaris berÂakhir. Saya sangat beruntung biÂsa keluar dari tekanan. Saya beÂberapa kali tertekan dan mampu membalikkan bola. Akhirnya saya berhasil mendapatkan poin yang bagus,†kata Fish.
“Aku tidak terlalu merubah perÂÂmainanku, namun lebih keÂpadÂa memperbaiki servis, setelah sempat kehilangan servis pada gaÂme pertama dan kedua. HasilÂnya cukup baik,†lanjutnya.
Sementara itu, Isner mengaku, staminanya cukup terkuras di set ketiga akibat cuaca yang cukup panas.
“Saya kehabisan bensin pada set ketiga. Saya tidak bisa meÂnampilkan yang terbaik. MungÂkin karena cuaca terlalu panas. Saya tidak tahu, tapi itu yang memÂbuat pertandingan menjadi berbeda pada set ketiga,†tandas Isner.
Kemenangan ini membawa Fish memenangi gelar yang keÂenam dan menghindarkan Isner meraih trofi beruntun setelah dia menang di lapangan rumput Newport, Rhode Island dua peÂkan lalu.
Turnamen Atlanta sendiri adaÂlah turnamen pertama jelang grand slam AS Terbuka yang diÂgelar di Flushing Meadows, AgusÂtus menÂdatang.
[rm]
BERITA TERKAIT: