Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Paraguay Raja Seri

Masuk Final Copa America

Jumat, 22 Juli 2011, 03:39 WIB
Paraguay Raja Seri
RMOL. Sejarah baru tercipta di Copa America 2011. Laga final yang bakal digelar pada 24 Juli mendatang untuk pertama kalinya mempertemukan Uruguay dan Paraguay.

Paraguay akhirnya menyu­sul Uruguay setelah dengan susah payah menjinakkan kuda hitam Venezuela lewat adu pe­nalti 5-3 setelah di waktu normal tak ada satu pun gol tercipta. De­ngan demikian Venezuela hanya berebut tempat ketiga dengan Peru 23 Juli.

Setelah tidak jua tercipta gol hingga dua kali 45 menit, pertan­dingan semifinal Copa America antara Paraguay melawan Vene­zuela akhirnya dilanjutkan ke ba­bak extra time. Sayang mema­suki menit ke-103, petaka meng­hampiri Paraguay yang harus ber­main dengan 10 pemain se­telah Jonathan Santana menda­pat­kan kartu merah karena me­lakukan pelanggaran.

Laga pun berakhir 0-0 terpak­sa dilanjutkan dengan adu penal­ti. Para eksekutor Paraguay Nes­tor Ortigoza, Lucas, Cristian Ri­veros, Osvaldo Martinez, dan Ve­­ron sukses menjalankan tu­gas­nya. Sedangkan Venezuela ha­nya mampu melesakkan tiga gol lewat Giancarlo Maldona­do, Jose Manuel Rey dan Miku. Se­pakan eksekutor ketiga Vene­zuela, Franklin Lucena diblok kiper Justo Villar.

Ini jadi kemenangan kedua le­wat adu penalti yang dibukukan Paraguay di Copa America 2011. Di babak perempat final, tim asu­han Gerardo Martino me­nying­kirkan Brazil juga dengan ber­ma­in imbang 0-0 selama 120 menit, lalu menang adu penalti 2-0.

La Albirroja menyandang pre­dikat raja seri alias tak pernah me­nang dalam waktu normal di tur­namen ini. Dalam tiga laga pe­nyisihan Grup B, Nelson Hae­do Valdes cs juga selalu mencatat hasil seri melawan Ekuador, Brazil dan Venezuela.

“Kami dinaungi keberuntung­an pada beberapa hari terakhir, dan kali ini kami meraihnya lagi. Sejujurnya, kami harus berkem­bang,” ujar Villar.

Sukses Paraguay melaju ke fi­nal tercoreng setelah terjadi keri­butan antara pemain dan ofisial Paraguay dan Venezuela di ping­gir lapangan. Kisruh yang terjadi sesaat setelah selesainya adu pe­nalti berlangsung selama bebe­ra­pa menit. Hingga akhirnya mam­pu diatasi pihak keamanan, dan seluruh pemain serta staf pe­latih dipaksa segera masuk ke da­lam ruang ganti masing-masing.

Ini kemungkinan CONME­BOL (Federasi Sepakbola Ame­rika Se­latan) akan menjatuhi huku­man tegas kepada kedua pi­hak. Tentu akan menjadi keru­gian be­sar bagi Paraguay yang akan ber­laga di final pada Ming­gu (24/7) mendatang.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA