Seperti diketahui, Marquez berÂÂhasil merebohkan Ramos di ronde pertama hingga tidak saÂdarÂkan diri. Dengan demikian, MarÂquez berhasil merebut kelas menengah ringan WBA dan WBO.
Disinyalir duel tersebut sudah diskenariokan, karena MarÂquez akan menghadapi musuh beÂbuyutannya, Manny Pacquiao di Las Vegas, 12 November menÂdatang.
Marquez punya dendam terÂsendiri kepada Pacman atas dua pertarungan sebelumnya. Jadi, keÂmungkinan pertarungannya keÂmarin merupakan rekaan belaÂka. Hanya untuk membuat gentar peÂtinju Filipina, Manny Pacquiao.
“Jujur saja, pukulan Marquez tak selayaknya pukulan memaÂtiÂkan yang biasanya menimbulÂkan luka yang cukup parah. Pukulan Marquez tak menimÂbulkan luka apa-apa,†kata analis tinju, Dan Rafael seperti dilansir
Abs-csnnews.Rafael juga mengkritisi pingÂsannya Ramos yang menurutnya seperti dibuat-buat dan menilai Ramos tak sepenuhnya pingsan.
“Benarkah dia betul-betul tak sadarkan diri? Seriuskah? MenuÂrut saya dia seperti sengaja meÂnuÂÂtup matanya. Biasanya jika seÂseÂorang dikanvaskan dan pingÂsan, itu karena dia terkena puÂkulan teÂlak di kepalanya. Tapi tiÂdak deÂngÂan Ramos,†ungkapnya.
Menurutnya, pukulan MarÂquez tidak mengenai kepada RaÂmos, setelah terpukul mata RaÂmos tertutup seperti dipaksakan.
Sindiran juga dilontarkan peÂngamat tinju lainnya, Brad CooÂney yang mengapresiasi akting Ramos yang menurutnya cukup baik.
“Memang pukulan itu mengeÂnaiÂÂnya, tapi akting Ramos leÂbih baik dari pukulan MarÂquez,†sindir Cooney.
Seperti diketahui, pertarungan kontra Ramos ini memang di laÂkukan sebagai persiapan sebeÂlum naik ring melawan PacquiÂao. Bagi Marquez, menghadapi Pacman adalah ketiga kalinya. Sebelumnya pada 2004, MarÂquez bermain imbang, sementara 2008, Marquez kalah dari PacÂman.
[RM]
BERITA TERKAIT: