Hingga saat ini, Fitra tengah memimpin klasemen sementara berbekal dua kali juara, sekali uruÂÂtan keempat dan di seri terÂakÂÂhir 3 Juli lalu berada di urutan kedua. Seri pertama tidak diÂhiÂtung nilainya karena dinilai seÂbagai ajang eksibisi.
Sebenarnya di seri terakhir dia tengah memimpin lomba, namun kendala komputerisasi dan safe mode membuatnya tercecer di uruÂtan kedua dan gelar pun terÂbang ke rival beratnya, Rudi SL.
Fitra merasa perlu mengubah ritme lomba. Yakni agar peranti pengaman transmisi tak aktif di saat ia memimpin lomba yang daÂÂÂpat membuat kehilangan peÂluang juara di seri terakhir yang akan berlangsung 24-25 September.
“Sebenarnya radiator transÂmisi sudah bagus. Tapi kejadian tanÂsmisi panas terulang lagi. RitÂme mengemudi mesti diubah laÂgi, buka gas perlu seperti apa,†ujarÂnya di Jakarta kemarin. “Jadi sebelum puasa nanti kita bikin training khusus untuk cari tahu hal ini,†lanjut Fitra.
Hal ini didukung oleh Head Of Marketing Topindo Atlas Asia Derrick Surya yang juga berhaÂrap Fitra juara musim ini. “Kami mendukungnya dengan suplai TOP1 Evolution 5W-30 100% Full Synthetic. Semoga dapat membantu performa kendaraanÂnya meraih juara,†kata Derrick.
Sementara itu Driver IndoÂneÂsia Rifat Sungkar gagal meraih geÂlar juara pada Rally Asia PaÂciÂfic seri keempat yang berlangÂsung di Whangerei Selandia BaÂru keÂmaÂrin. Lomba dijuarai driÂver AusÂtralia Chris Atkinson, yang disusul oleh duo tuan ruÂmah Hayden PadÂdon dan RiÂchard Mason.
Driver Indonesia lainnya SubÂhan Aksa menempati urutan 10. Sedang di klasemen sementara, Rifat menduduki posisi keempat dengan 48 poin.
[rm]
BERITA TERKAIT: