Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Tango Tanpa Reshuffle

Sabtu, 16 Juli 2011, 05:00 WIB
Tango Tanpa Reshuffle
LIONEL MESSI
RMOL. Sebuah partai klasik di ajang Copa America terjadi di babak perempat final. Tuan rumah Argentina bakal bertemu rival se Amerika Selatan, Uruguay, dini hari nanti WIB.

Argentina dan Uruguay me­rupakan kedua negara yang pa­ling sering memenangi Copa Ame­rica. Keduanya merupakan pemegang trofi terbanyak: 14 trofi.

Dari sembilan pertemuan ter­akhir kedua tim sejak 1930, tidak pernah ada hasil im­bang. Ar­gentina berhasil meme­nang­i tujuh pertandingan, se­mentara Uruguay hanya me­me­nangi dua pertandingan.

Di Estadio Brigadier General Estanislao Lopez, Santa Fe, Ar­gentina dan Uruguay akan ber­te­mu lagi untuk pertama kalinya sejak 2009. Keduanya memiliki tujuan yang sama, maju ke empat besar dan mencoba memenangi gelar Copa America ke 15 mereka.

Sayangnya, Argentina yang tadinya diunggulkan untuk me­nang menjadi diragukan setelah penampilan buruk mereka di ba­bak penyisihan grup. Dua kali me­reka meraih hasil imbang se­hingga membuat kans lolos ke perempat final hampir menutup.

Namun Lionel Messi cs ak­hirnya menemukan performanya di laga terakhir penyisihan saat menang kontra Kosta Rika. Pe­nampilan bagus Albicelleste di laga terakhir itu tak lepas dari pe­r­ubahan strategi yang dilakukan pelatih Sergio Batista.

Dalam pertandingan yang ber­akhir 3–0 itu, Batista menem­pat­kan Gonzalo Higuain sebagai ujung tombak tunggal. Dirinya didukung Lionel Messi, Angel di Maria dan Sergio Aguero. Se­men­tara, Carlos Tevez dan Eze­quiel Lavezzi dibangku cadang­kan. Hasilnya, Argentina tampil gemilang. Messi yang sebelum­nya melempem, akhirnya me­nun­jukkan permainan terbaiknya dengan menyumbang dua assist.

Batista jelas puas melihat per­forma timnya. Dia pun berjanji tidak akan mengubah strategi the winning team ini saat bersua de­ngan Diego Forlan Cs di perem­pat final.

“Saya senang dengan penam­pil­an Argentina saat meng­hadapi Kosta Rika. Saya akan memper­tahankannya untuk per­tandingan penting berikut­nya,” ujar Batista.

Di sisi lain, pelatih Tabarez tak mau sesumbar untuk bisa me­ngalahkan Argentina. Dia sadar diri potensi skuadnya masih ka­lah jauh dengan skuad yang di­besut Batista. Apalagi ditambah penampilan tak maksimal mere­ka yang hanya meraih satu ke­me­nangan, itu pun hanya tipis 1–0 atas Meksiko di laga terakhir pe­nyisihan grup.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA