Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Riedl Didepak, Rijsbergen Pelatih LPI Gantinya

Reformasi PSSI Langsung Makan Korban

Kamis, 14 Juli 2011, 03:47 WIB
Riedl Didepak, Rijsbergen Pelatih LPI Gantinya
Alfred Riedl
RMOL. Reformasi total di tubuh PSSI yang digelo­ra­kan kepengurusan  Djohar Arifin-Farid Rah­man mu­lai bergulir. Korban pertama ada­lah pelatih tim­nas Alfred Riedl.

Arsitek asal Austria itu men­dadak didepak dari posisi Pelatih Tim­nas Indonesia. Dia digantikan  pelatih asal Belanda yang kini menangani Tim Liga Pri­mer In­do­nesia (LPI) PSM Ma­kas­sar Wim Rijsbergen.

“Kami perlu penyegaran. Ala­san tidak dipakainya Riedl kare­na kontrak dia bukan dengan PS­SI. Kami sudah cari dan tidak me­nemukan surat kontrak dia de­ngan PSSI,” ujar Ketum Djo­har Arifin di Kantor PSSI Sena­yan, Ja­kar­ta, kemarin. Diduga, Riedl dikontrak Waketum PSSI saat itu, Nirwan Bakrie.

Selain Riedl,  ger­bongnya juga ikut digusur.  Di Piala AFF 2010 Riedl dibantuWolfgang Pikal, Widodo C. Putro dan Edy Harto.  Namun, Widodo kemungkinan akan menangani timnas junior.

Wim Rijs­ber­gen yang seka­rang menjadi head coach dibantu  Rahmad Darmawan sebagai asis­ten. Wim juga meminta satu asisten dari Belanda.

Gelombang reformasi juga me­rambah ke Badan Tim Nasio­nal (BTN). Seba­gai gantinya, Djohar memberi­kan tugas kepa­da CEO Persibo Bo­jonegoro Fer­ry Kodrat me­ngu­rus tiket, visa dan segala ke­perluan pema­in saat tur ke Tukmenistan di leg per­tama Pra-Piala Dunia 2014 pada 23 Juli. Bekas wartawan Suara Pemba­ruan itu juga diplot se­ba­gai Ma­najer Timnas Indone­sia meng­gantikan Andi Darussa­lam Tabu­sala yang mengundur­kan diri.

Diakui Djohar, pihaknya be­lum membicarakan putusan ini de­ngan Riedl. Begitu juga de­ngan Badan Tim Nasional. Pem­bicaraan baru dijadwalkan dua jam setelah pernyataan Ketum Djohar kepada wartawan.

“Putusan ini bukan karena Riedl propeng­urus lama. Kami juga tak memi­kirkan kompensasi se­telah tidak memakai Riedl ka­rena kontrak­nya bukan atas na­ma institusi (PSSI),” tegas bekas Sekjen KONI ini.

Djohar juga mengindikasikan akan memindahkan kantor PSSI  yang sekarang berlokasi di Sta­dion Utama Senayan. Pergantian Kepengurusan juga bisa me­rem­bet pada program-program ke­pengurusan sebelumnya. An­tara lain, nasib para pemain mu­da (SAD Indonesia) yang ber­kom­petisi di Uruguay. Selain itu, nasib para pemain naturalisasi, juga menjadi terkatung-katung.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA