Arsitek asal Austria itu menÂdadak didepak dari posisi Pelatih TimÂnas Indonesia. Dia digantikan pelatih asal Belanda yang kini menangani Tim Liga PriÂmer InÂdoÂnesia (LPI) PSM MaÂkasÂsar Wim Rijsbergen.
“Kami perlu penyegaran. AlaÂsan tidak dipakainya Riedl kareÂna kontrak dia bukan dengan PSÂSI. Kami sudah cari dan tidak meÂnemukan surat kontrak dia deÂngan PSSI,†ujar Ketum DjoÂhar Arifin di Kantor PSSI SenaÂyan, JaÂkarÂta, kemarin. Diduga, Riedl dikontrak Waketum PSSI saat itu, Nirwan Bakrie.
Selain Riedl, gerÂbongnya juga ikut digusur. Di Piala AFF 2010 Riedl dibantuWolfgang Pikal, Widodo C. Putro dan Edy Harto. Namun, Widodo kemungkinan akan menangani timnas junior.
Wim RijsÂberÂgen yang sekaÂrang menjadi head coach dibantu Rahmad Darmawan sebagai asisÂten. Wim juga meminta satu asisten dari Belanda.
Gelombang reformasi juga meÂrambah ke Badan Tim NasioÂnal (BTN). SebaÂgai gantinya, Djohar memberiÂkan tugas kepaÂda CEO Persibo BoÂjonegoro FerÂry Kodrat meÂnguÂrus tiket, visa dan segala keÂperluan pemaÂin saat tur ke Tukmenistan di leg perÂtama Pra-Piala Dunia 2014 pada 23 Juli. Bekas wartawan Suara PembaÂruan itu juga diplot seÂbaÂgai MaÂnajer Timnas IndoneÂsia mengÂgantikan Andi DarussaÂlam TabuÂsala yang mengundurÂkan diri.
Diakui Djohar, pihaknya beÂlum membicarakan putusan ini deÂngan Riedl. Begitu juga deÂngan Badan Tim Nasional. PemÂbicaraan baru dijadwalkan dua jam setelah pernyataan Ketum Djohar kepada wartawan.
“Putusan ini bukan karena Riedl propengÂurus lama. Kami juga tak memiÂkirkan kompensasi seÂtelah tidak memakai Riedl kaÂrena kontrakÂnya bukan atas naÂma institusi (PSSI),†tegas bekas Sekjen KONI ini.
Djohar juga mengindikasikan akan memindahkan kantor PSSI yang sekarang berlokasi di StaÂdion Utama Senayan. Pergantian Kepengurusan juga bisa meÂremÂbet pada program-program keÂpengurusan sebelumnya. AnÂtara lain, nasib para pemain muÂda (SAD Indonesia) yang berÂkomÂpetisi di Uruguay. Selain itu, nasib para pemain naturalisasi, juga menjadi terkatung-katung.
[rm]
BERITA TERKAIT: