Hal tersebut dikarenakan seÂjumlah hotel yang biasa dijaÂdiÂkan tempat pengurus mengeÂlar sejumlah kegiatan, maupun tempat timnas biasa menginap teÂlah memblacklist PSSI. SeÂbab, PSSI belum membayar utang pada hotel-hotel tersebut.
“Masih banyak sekali wariÂsan masalah dari kepenguÂrusan terdahulu yang belum selesai. Dana kas PSSI minus. SehingÂga beberapa hotel tidak memÂberikan kesempatan bagi kita untuk menginap dikareÂnakan uÂtang yang belum dibaÂyar,†ujar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, SelaÂsa (12/7) lalu.
Empat hotel yang hingga saat ini tidak mau menerima romÂbongan PSSI untuk mengiÂnap adalah HoÂtel Sultan, Hotel Ibis, Hotel SanÂtika, dan Hotel Atlet CenÂtury Park. “Tentunya itu akan menyulitkan kita. TetaÂpi unÂtung ada hotel yang bisa meneÂrima kita,†ujar Djohar.
Untuk itu dalam rapat perdaÂna pengurus PSSI yang juga diÂhadiri anggota Komite EkseÂkutif (Exco) pada Senin (11/7) lalu, ditegaskan akan dilakukan Âaudit administrasi keuangan PSSI oleh auditor internasional asal AmeÂrika Serikat. Auditor tersebut merupakan perÂusahaan konsulÂtan keuangÂan terbesar di negeri Paman Sam yang sudah biasa mengaudit klub besar di liga-liga sepakbola di Eropa.
Beberapa pengurus PSSI meÂngatakan, kalau ada ketiÂdakÂberesan dari hasil audit tersebut akan ditangani pihak berwajib.
[rm]
BERITA TERKAIT: