“Selalu menjadi tantangan besar untuk bermain melawan peÂmain-pemain hebat. Roger FeÂderer dan Novak Djokovic teÂtap menjadi lawan terberat,†kata Nadal.
Namun, sebelum melangkah ke babak berikutnya, Nadal akan menghadapi ujian berat yaitu menghadapi petenis ArÂgentina, Juan Martin Del Porto di babak keÂempat. Saat berita ini diturunÂkan, keduanya seÂdang bertarung.
Selain Nadal, beberapa petenis top tunggal putra lainnya yang lolos ke babak 16 besar yaitu AnÂdy Murray, Roger Federer, dan Novak Djokovic.
Di Wimbledon kali ini, Nadal bertekad kembali mengalahkan musuh bebuyutannya Roger FeÂdÂerer. “Sudah jelas pertandiÂngan melawan Federer selalu memiliÂki intensitas tinggi. Saat saya menÂÂdapat final melawan dia, saÂya merasa sesuatu yang istimeÂwa dan membayangkan orang-orang juga merasakan hal yang sama,†kata Nadal.
“Saya selalu menyukai FedeÂrer, bagi saya dia adalah petenis ksatria,†kata Nadal.
Seperti diketahui diturnamen grand slam, rekor pertemuan NaÂdal-Federer diraih 17-8. Nadal terakhir kali kalah dari FedEx pada final Wimbledon 2007. SeÂdangkan, menang terakhir kali di Prancis Terbuka bulan lalu.
Sementara itu, maestro tenis Roger Federer rupanya tidak terÂlalu memusingkan desakan penÂdukungnya agar bisa meraih grand slam ke-17 musim ini. BeÂkas petenis nomor satu asal Swiss itu belum kembali menambahkan koleksi trofi grand slam-nya yang saat ini sudah berjumlah 16 buah.
“Saya tidak terlalu mencemasÂkannya. Seperti kalian lihat, aku tidak melewati hari-hariku dengÂan berfikir ‘Ya Tuhan, sudah laÂma aku belum memenangkan Grand slam lagi,†ujar Federer yang menghadapi‘petenis Rusia, Mikhail Youzhny malam tadi.
“Saya merasa belum terlalu lama. Memang kemenangan itu tidak datang secara terus meneÂrus. Yang pasti aku, masih lapar gelar,†lanjut petenis yang sudah mengantongi enam gelar WimÂbleÂÂdon tersebut. [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: