Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Mimpi terbesar di Lapangan Lembab

Rafael Nadal Juarai Prancis Terbuka

Selasa, 07 Juni 2011, 02:16 WIB
Mimpi terbesar di Lapangan Lembab
Rafael Nadal
RMOL. Status King of Clay alis Raja Lapangan Tanah Liat masih melekat pada petenis Spanyol Rafael Nadal. Petenis peringkat nomor satu dunia itu sukses meraih gelar Prancis Terbuka setelah menaklukkan musuh bebuyutannya Roger Federer 7-5, 7-6 (3), 5-7, 6-1 di Roland Garros, Senin dini hari kemarin.
 
Kemenangan tersebut me­nambah koleksi gelar Nadal di ajang Prancis Terbuka menja­di enam. Ini menyamai rekor legendaries tenis Swedia, Bjorn Borg.

“Turnamen ini amat spesial dan ada pengecualiannya pada saya. Salah satu mimpi terbesar men­jadi kenyataan. Saya amat ter­gerak mulai saat ini,” kata Nadal.

Duel Nadal-Federer di Roland Garros berlangsung dalam kon­disi panas dan lembab, keduanya sama-sama mengeluarkan ke­mam­puan terbaiknya. Tapi, Na­dal lebih mendominasi jalannya pertandingan.

“Memenangi final melawan salah satu petenis terbaik dunia dan sepanjang sejarah adalah se­suatu yang sangat fantastis buat saya,” kata Nadal, yang akan mempertahankan gelar sebagai petenis nomor 1 dunia.

 Kini Nadal memperbaiki re­kor di Roland Garros menjadi 45-1 dan memperpanjang rekor kemenangan atas FedEx, julukan Federer menjadi 17-8.

 Kini, rekor pertemuan Na­dal-Federer di final ke­juaraan Grand Slam menjadi 6-2. Selain empat keka­la­han di Roland Garros, Federer ju­ga pernah kalah di final Wim­bledon dan Australia Terbuka, se­dangkan dua kemenangan FedEx semuanya diraih di final Wimbledon.

Setelah kegagalannya di Ro­land Garros, Federer mulai me­ngalihkan target ke depan yaitu menjuarai grand slam Wimble­don. Petenis Swiss itu bertekad menyamai rekor Pete Sam­pras yang menjuarai tujuh gelar di Wimbledon.

“Itu jelas prioritas besar untuk sekarang. Akan menang di Wim­bledon nantinya. Saya pikir mung­kin saya kehilangan keper­cayaan di Perancis Terbuka dan Wimbledon tahun lalu,” kata Fe­derer yang sudah mengoleksi ge­lar juara grand slam 16 kali itu.

Bagi petenis peringkat tiga dunia itu, melaju ke final grand slam adalah penting dan dia akan terus berusaha bermain dengan baik.

“Saya merasa lebih baik secara fisik dari pada yang waktu yang lalu sehingga sudah sangat baik sekarang ini,” ujarnya.

Di tunggal putri, petenis Chi­na, Li Na berhasil menjadi pete­nis Asia pertama yang meme­nangi grand slam di Prancis Ter­buka se­­te­lah mengalahkan juara berta­han Francesca Schiavone dari Italia 6-4, 7-6 (7-0).    [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA