Perbaikan sentimen ini terlihat dari meredanya ketegangan geopolitik dan pasar minyak, yang secara umum mengurangi tekanan terhadap aset berisiko seperti kripto. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung kembali masuk ke pasar, sehingga mendorong kenaikan harga secara luas, termasuk Bitcoin.
Di sisi lain, pergerakan harga juga diperkuat oleh faktor teknikal dan aktivitas di pasar derivatif. Nilai likuidasi Bitcoin melonjak tajam hingga 260 persen menjadi sekitar 127,72 juta Dolar AS dalam sehari. Kondisi ini mengindikasikan adanya short squeeze, yaitu ketika trader yang bertaruh harga turun terpaksa menutup posisinya, sehingga justru mendorong harga naik lebih tinggi. Selain itu, indikator RSI yang berada di level 40,12 menunjukkan bahwa sebelumnya Bitcoin sempat berada di area jenuh jual (oversold), sehingga wajar jika terjadi pantulan harga.
Secara teknikal, posisi harga yang masih bertahan di atas level pivot harian 65.993 Dolar AS memberikan sinyal positif untuk jangka pendek. Hal ini menandakan bahwa tren kenaikan masih memiliki peluang untuk berlanjut selama level tersebut tidak ditembus ke bawah.
Ke depan, arah pergerakan Bitcoin akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga level tersebut. Jika mampu bertahan, maka target kenaikan berikutnya berada di sekitar 69.525 Dolar AS, yang merupakan area resistance penting berdasarkan level Fibonacci.
Namun, jika harga justru turun dan menembus level support, maka ada risiko penurunan lebih dalam hingga mendekati titik terendah bulan Maret di kisaran 63.062 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: