Di laga tersebut, bintang Heat, Chris Bosh menjadi pahlawan kemenangan timnya saat lemÂpaÂrannya di 39,6 detik terakhir meÂmasÂtikan kemenangan.
Sejarah di NBA menunjukkan kemenangan ini adalah kemenaÂngan penting untuk Heat. PasalÂnya, pemenang partai ketiga saat kedudukan imbang 1-1 di dua laga pertama selalu keluar sebaÂgai juara sejak final NBA mengÂgunakan format 2-3-2 pada 1985.
Sedangkan, Dwayne Wade menjadi pencetak angka tertingÂgi untuk Heat dengan raihan 29 poin dan 11 rebounds. Bosh yang maÂtanya bengkak karena terpuÂkul tangan pemain Mavs di kuarÂter pertama menambahkan 18 poin dan LeBron James 17 poin dan sembilan assists.
Sementara itu, kekalahan terÂsebut menyesakkan bintang Mavs, Dirk Nowitzki. Apalagi peÂmain asal Jerman itu sukses menÂcetak angka tertinggi, 34 poin dengan 11
rebound dan satu assist.
Nowitzki mengaku, frustasi karena timnya tidak bisa meÂmimÂpin skor, apalagi mereka tamÂpil di hadapan ribuan penonÂton yang menjadi pendukungnya.
“Pada kuarter pertama kami jatuh, kami tertinggal poin cukup besar. Kuarter ketiga kami belum bisa membalas dengan poin besar, jelas itu membutuhkan banyak energi untuk melawan,†kata Nowitzki.
Nowitzki mengatakan semua orang memahami bahwa basket adalah permainan yang berlanjut dan pemainnya yang tertinggal harus berjalan lebih cepat.
Pelatih Mavericks Rick CarlisÂle menyatakan tidak memiliki piÂlihan lain selain Nowitzki. “KaÂmi ingin membuatnya lebih muÂdah, dan kadang-kadang kami bisa memberikan beberapa banÂtuÂan dengan beristirahat dan beÂbeÂrapa penyeimbang lain yang leÂbih baik,†katanya.
Selain sumbangan poin dari NoÂwitzki, kubu Mavs juga diÂbanÂtÂu Jason Terry dengan 15 poin dan Shawn Marion sepuluh poin.
[RM]
BERITA TERKAIT: