Rasa tidak puas itu mencuat karena dua kali berlaga di Lapangan Roland Gallos, peteÂnis asal Spanyol itu selalu mengÂalami kerepotan saat menghaÂdapi lawannya. Sebelumnya, NaÂdal kesulitan saat mengalahkan petenis Amerika Serikat, John Isner 6-4, 6-7, 6-2, 6-4 di babak perÂtama.
Kali ini,
Si Kidal kembali direÂpotkan kompatriotnya Pablo AnÂdujar sebelum meraih tiket ke baÂbak ketiga. Nadal menang deÂngÂan skor ketat 7-5, 6-3, 7-6 (4) atas Andujar.
Menurunnya performa Nadal di dua pertandingan, membuat baÂnyak kalangan meraÂguÂkan penampilannya.
“Untuk seÂmentara ini, saya memang berÂmain lebih baik. Tapi, secara keÂseluruhan, saya tidak memainÂkan pertandingan yang sangat bagus,†kata Nadal.
Nadal menambahkan, “bukan cari alasan, jika anda bermain bagus, seÂperÂtinya angin tidak akan ada maÂsalah. Sebaliknya, jika anda berÂmain buruk, anda seperti menghadapi badai.â€
Nadal memang pantas gusar. BeÂtapa tidak, menghadapi peteÂnis sekelas Andujar saja, dia harus bekerja dengan keras. Di set pertama, Andujar membeÂriÂkan perlawanan tangguh kepada seniornya dengan menyamakan kedudukan hingga 5-5 walau akhirnya kalah 7-5.
Di set kedua, semakin panas, Andujar yang tidak mau kalah kembali memberikan perlawanÂan sengit, meski lagi-lagi menelÂan kekalahan 6-3. Di set ketiga, Nadal menunjukkan kualitasnya dan sukses melangkah ke babak ketiga setelah membungkus kemenangan 7-6.
“Dia (Andujar) cukup menyuÂlitÂkan di pertandingan ini. UnÂtung saya bisa mengatasinya. Ini tidak semudah yang saya baÂyangkan,†ujar Nadal yang akan menghadapi Antonio Veic di baÂbak ketiga.
Kejutan terjadi di tunggal puÂtri, petenis unggulan kedua asal Belgia, Kim Clijsters harus angÂkat koper setelah ditumbangkan petenis Belanda, Arantxa Rus 6-3, 5-7, 1-6.
“Saya memulai pertandingan dengan sedikit ragu. Saya rasa, di lapangan tanah liat, ada seÂsuatu yang membuat saya meÂlakukan kesalahan,†kata petenis asal Belgia itu seusai ditekuk “wong londoâ€.
[RM]
BERITA TERKAIT: