Dengan mengoleksi total 78 poin, mereka sudah tidak terkeÂjar dari runner up Inter Milan yang mengumpulkan 69 poin mesÂkipun musim masih menyiÂsaÂkan tiga giornata.
Sejak awal laga Milan meÂmang sudah pede bakal juara. TamÂpil dengan pemain andalanÂnya yang sudah kembali dari huÂkuman kartu, Mark Van Bommel dan Zlatan Ibrahimovic, Milan lebih mendominasi permainan ketimbang tuan rumah. Meski kalah dominasi, Roma juga mamÂÂpu menciptakan beberapa peÂluang. Sayangnya peluang yang diciptakan kedua kubu tak menghasilkan satu gol pun di baÂbak pertama.
Tempo permainan kedua kubu menurun di babak kedua. Usaha
Il Giallorossi melalui Francesco Totti dan Fabio Simplicio juga tiÂdak menemui hasil. Max AlleÂgri mencoba mempertajam seraÂngan timnya dengan memasukÂkan Pato, namun tetap tidak ada gol yang tercipta. Boateng semÂpat mendapat peluang emas tapi tendangannya hanya melebar di samping gawang Doni.
Saat wasit akhirnya meniup peluit tanda pertandingan seleÂsai, sontak seluruh staf dan peÂmain Milan langsung masuk ke dalam lapangan merayakan keÂberhasilan mereka meraih scuÂdetto. Raihan juara Seri A ini merupakan yang ke 18 kalinya buat Milan.
Perasaan paling bahagia diÂutarakan sang pelatih MassimiliÂano Allegri. Pelatih yang pernah menukangi Cagliari itu belum pernah memenangi gelar
scudetÂto sepanjang kariernya. KesukÂsesannya ini membawa Allegri mensejajarkan dirinya bersama beberapa pelatih besar Milan lain yang juga memberi titel di muÂsim pertama menetap di San SiÂro, mereka adalah Arrigo Sacchi, Fabio Capello dan Alberto ZacÂcheroni.
Sukses tersebut menyudahi peÂÂnantian fans Milan di seluruh duÂnia yang sudah dibuat meÂnungÂgu tujuh tahun lamanya. Tapi kado buat Milanisti tak akan berhenti dengan gelar
Scudetto karena presiden Milan, Silvio BerÂlusconi, menjanjikan tamÂbaÂhan amunisi belanja
Rossoneri di musim panas nanti.
“Apakah saya punya hadiah lain buat para Milanisti di musim panas? Ya, semoga bursa pemain akan mengizinkan saya untuk melakukan itu untuk suporter,†sahut Berlusconi.
[RM]
BERITA TERKAIT: