Hal itu diungkapkan Chris John dalam acara
public training di Pondok Indah Mall, Jakarta. MeÂnurutnya, Daud merupakan peÂtinju yang ulet dan memiliki keÂcepatan. “Dia (Daud, red) itu laÂwan yang berat, teknik bertaÂrungÂnya bagus dan dia punya keceÂpatan. Tentunya saya akan tampil seÂbaik mungkin, tapi kita lihat saja nanÂti,†kata Chris John tanpa mau menÂjelaskan target realistisnya.
Rencananya, Chris John yang memiliki rekor 45-43, 22KO 2 seri akan menghadapi Daud JorÂdan memperebutkan sabuk juara kelas bulu WBA pada hari MingÂgu (17/4) di JiExpo KemaÂyoÂran, Jakarta.
Menanggapi duelnya nanti, Chris John mengaku sudah memiliki strategi khusus untuk mengalahkan Daud. “Sudah ada strateginya, tapi nggak akan saya beberkan dong,†kata petinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah itu.
Chris John juga mengakui, ada satu hal yang harus diwaspadai dari petinju asal Kalimantan itu, yakni kecepatannya. Namun, dia tak mau terpancing dan terbuai dengan gaya permainan Daud yang cepat. Dia memilih akan tetap menjaga ritme pertarungan dengan lambat.
“Saya mewaspadai segala apa yang terjadi. Namun yang paling penting waspada dengan keceÂpaÂtan Daud. Saya tidak mau mengÂanggap enteng, dia masih muda dan cepat,†ujar Chris John.
Kecepatan Daud memang terÂbukti saat petinju peraih medali perak di PON 2004 itu meng-KO petinju Argentina Damian MarÂchiaÂno. Dalam perebutan gelar kelas bulu versi WBO Asia PasiÂfic di Jakarta, pada 5 Desember 2010, Daud mengkanvaskan Marchiano dalam waktu 19 detik di ronde pertama.
Sementara itu, Daud juga puÂnya trik khusus untuk mengaÂlahkan seniornya itu. Petinju asal Kabupaten Kayong Utara, KaliÂmantan Barat itu bertekad meÂngÂalahkan Chris John dengan tamÂpil menekan. “Saya akan mengÂalahkan Chris. Di pertarungan ini saya tidak mau terbebani, saya tidak memikirkan masalah KO, yang penting berÂmain dengan sebaik-baiknya dan tampil meneÂkan untuk bawa puÂlang gelar,†lanÂjut Daud.
“Saya sebagai pendatang baru, ingin membuktikan kalau saya bisa bersaing, ini kesempatan emas untuk membuktikan diri. Tekad saya merebut gelar Chris John,†pungkasnya.
Di tempat terpisah, istri Chris John, Anna Maria Megawati meÂnginginkan pertarungan melaÂwan Daud merupakan pertarungÂan yang terakhir bagi suaminya.
“Saya ingin dia (Chris John) mundur dari tinju pada saat maÂsih menjadi juara, jangan seperti yang sudah-sudah,†kata Anna Maria Megawati ketika dihubuÂngi menjelang keberangkatan ke Jakarta, kemarin.
Menurut bekas atlet wushu Jawa Tengah tersebut, kalau suaÂmiÂnya mundur saat masih menÂjaÂdi juara, akan menjadi catatan tersendiri bagi dunia tinju nasioÂnal. Ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) ini akan memberikan dukungan langsung di Jakarta.
Selama Chris John berada di Jakarta, Anna Maria Megawati, sudah dua kali bertemu suamiÂnya. Antara lain, pada Minggu (10/4) karena Chris John ingin bertemu kedua anaknya.
Ketika ditanya harapan pertaÂruÂÂngan Chris John melawan peÂtinÂju asal Kalimantan Barat terÂsebut, dia mengatakan tentunya harapannya suaminya bisa meÂnang. Dia meÂngatakan, diÂlihat dari sisi pengÂalaman, suaminya lebih berpengÂalaman, tetapi jangan samÂpai meremehkan lawan.
Menurut Anna, Daud merupaÂkan petinju yang baik dan tekun berÂlatih. “Orang menilai, suami saya tidak mempunyai pukulan memaÂtikan sedangkan Daud meÂmiliki. Tetapi semuanya akan terÂbukti di atas ring,†katanya.
[RM]
BERITA TERKAIT: