Hal yang cukup mengÂunÂtungÂkan ini disambut gemÂbira Deputi Bidang Teknik BaÂdan Tim NaÂsional (BTN) PSSI, Iman Arif.
“Posisi kita pada kualifikasi PiaÂla Dunia 2014 kali ini meÂmang sangat menguntungkan, kaÂrena timnas tidak perlu berÂtanding dari putaran pertama,†kata Iman Arif, kemarin.
Menurut Iman, tampil di puÂtaran kedua bakal membuat persiapan timnas lebih matang. SeÂlain itu, BTN juga bakal puÂnya kesempatan untuk meÂmanÂtau kekuatan calon laÂwannya di puÂtaran keÂdua
Di putaran pertama, 16 tim leÂvel ketiga akan saling bertemu, kanÂdang dan tandang. Delapan tim pemenang di putaran perÂtaÂma akan bergabung dengan 22 tim level kedua, termasuk InÂdoÂnesia, untuk bertarung di putaran keÂdua. Ke-30 tim saling bertemu dalam laga kandang dan tandang pada 23 Juli dan 28 Juli.
Selanjutnya,15 tim pemenang akan bergabung dengan lima tim level pertama. Ke-20 tim itu akan dibagi menjadi lima grup berisikan empat tim di putaran ketiga. Pertandingan di putaran ketiga berlangsung 2 September 2011 hingga 9 Februari 2012.
Dua tim teratas dari lima grup di putaran ketiga akan melaju ke putaran keempat. Sepuluh tim ini akan kembali dibagi menjadi dua grup berisikan lima tim. Dua tim teratas di masing-masing grup berhak mendapatkan empat tiket di Piala Dunia 2014.
Dua tim di posisi ketiga pada puÂtaran keempat akan saling bertemu di putaran kelima guna menÂdapatkan satu tiket piala duÂnia melalui playoff interkonÂtiÂnental.
Drawing untuk putaran perÂtaÂma akan dilakukan 30 Maret 2011. Rangking unggulan berÂdaÂsarkan rangking kualifikasi Piala Dunia 2010 dan Piala Asia 2011.
Pada kualifikasi Piala Dunia 2010, Indonesia yang meÂnemÂpati rangking 22 AFC juga maÂsuk dalam unggulan kedua. Namun saat itu Indonesia tetap berÂtarung lewat putaran perÂtaÂma mengÂhaÂdapi unggulan ketiga.
Indonesia berhasil lolos ke puÂtaÂran kedua setelah Guam yang menjadi lawan Indonesia kaÂlah WO. Namun, langkah InÂdonesia terÂhenti setelah kaÂlah dari Syria dengÂan agregat 1-11 (1-4, 0-7).
[RM]
BERITA TERKAIT: