Saat memasuki lobi hotel, dua anak Indonesia yang mengenakan busana tradisional berjalan ke arah Prabowo, menyerahkan rangkaian bunga sebagai simbol penghormatan dan ucapan selamat datang.
Prabowo menerima bunga tersebut dengan senyum ramah, sembari menunjukkan apresiasi atas sambutan yang tulus dari diaspora Tanah Air.
Khairul, mahasiswa S2 di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), mengaku bangga dapat bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo.
Ia bahkan berkesempatan berbincang singkat, yang menurutnya menjadi momen berharga sekaligus penyemangat dalam menyelesaikan studinya.
“Tadi beliau tanya saya belajar di mana. Kemudian beliau juga menyemangati saya untuk bisa menyelesaikan studi saya," tutur Khairul.
Kesan mendalam juga dirasakan Pujianti, mahasiswa S3 di Seoul National University asal Nusa Tenggara Timur.
Dia mengaku terharu sekaligus bangga karena dapat bertemu langsung dengan Presiden di negeri rantau, sesuatu yang menurutnya sulit terwujud jika berada di kampung halaman.
“Terus terang sangat bangga karena saya berasal dari Nusa Tenggara Timur yang sangat sulit untuk ke Jakarta untuk melihat Bapak Presiden. Tapi saya bisa bertemu dengan Bapak Presiden di tempat saya menuntut ilmu. Jadi saya sangat bangga sekali,” tuturnya dengan penuh haru.
Sementara itu, Rima, diaspora Indonesia yang telah lama menetap di Korea Selatan, juga tak mampu menyembunyikan rasa bahagia dan harunya. Ia mengaku momen penyambutan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya.
“Dari kemarin itu saya sampai nggak bisa tidur. Luar biasa sekali. Suatu kehormatan saya bisa diundang dengan KBRI untuk bisa hadir menyambut Bapak,” ucap Rima.
BERITA TERKAIT: