Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Karena Tekanan RMS?

Giovanni van Bronckhorst Tiba-tiba Batal “Pulang Kampung”

Jumat, 18 Maret 2011, 02:00 WIB
Karena Tekanan RMS?
Giovanni van Bronckhorst
RMOL.Para penggemar Giovanni van Bronckhorst harus gigit ja­ri. Bekas kapten tim na­sio­nal Belanda di Piala Dunia 2010 itu batal “pulang kam­pung” ke Indonesia.

Alasan pihak panitia, ba­tal­ mudiknya pemain ke­turunan Maluku ini karena ada ken­dala kesiapan tek­nis. Ren­cananya, Van Bron­c­kh­rost tiba di Jakarta ke­ma­rin untuk kun­jung­an sela­ma empat hari. Jad­­walnya an­tara lain, me­la­kukan per­tan­ding­an se­lama 20 me­nit di Ge­lora Bung Karno, melakukan coa­ching clinic dan bertemu Pre­siden SBY.

Pemain yang pernah mem­per­kuat Arsenal dan Barcelona di­un­­dang Kemenpora bekerjasama dengan Kantor Staf Khusus Pre­siden Bidang Pembangunan Dae­rah dan Otonomi Daerah. Se­lain Bronckhorst juga diun­dang 20 pesepakbola keturunan Maluku yang bermain di klub-klub Be­landa yang tergabung dalam De Jong Indonesian Team. Saat ini, De Jong In­do­ne­sia sudah me­la­ku­kan serang­kaian per­tandingan dan kegiatan di Ma­lu­ku. Mereka hadir dalam pro­gram “Indonesia Tanah Air Beta”.

“Panitia Indonesia Tanah Air Be­ta telah memutuskan untuk me­nunda sampai dengan waktu yang belum ditentukan ke­da­tangan Giovanni van Bronck­horst di Indonesia. Penundaan ini berkaitan dengan kondisi ke­siapan teknis penyelenggara ke­giatan,” tulis pernyataan resmi Staf Khusus Presiden, Velix Wang­gai yang juga memohon maaf kepada para pecinta bola yang telah kangen menyaksikan kehadiran Giovanni.

Dua hari lalu, menjelang ke­berangkatannya ke Indonesia, Giovanni melakukan pem­bi­ca­raan khusus dengan Republik Maluku Selatan di ibukota Be­lan­da, Amsterdam.

Dalam per­temuan itu, seperti dilaporkan Radio Nederland, Gio me­ne­gas­kan akan tetap berangkat ke In­do­ne­sia,  bukan dalam pro­yek ­In­do­ne­sia Tanah Air Beta. Me­lainkan, atas ini­sia­tif pribadi dari Yayasan Gio­vanni van Bronckhorst.

Pembicaraan antara Giovanni van Bronckhorst dan JG Wat­tilete, presiden RMS di penga­sing­an, dilakukan menyusul per­mo­honan RMS agar Gio tidak ke In­­do­nesia. Saat itu, Gio mene­gas­kan, akan tetap berangkat ke In­­do­nesia. Tapi entah kenapa, men­jelang detik terakhir tiba-tiba ada kabar Gio batal “pulang kam­pung”. Karena tekanan RMS? [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA