Hal ini diÂteÂgaskan anggota Komite EkÂsekutif atau Exco PSSI Ibnu MunÂzir, menyikapi adanya eleÂmen sepakbola lain yang meÂmakai lambang PSSI.
“Hanya ada satu PSSI, dengan lambang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Kalau ada eleÂmen sepakbola lain yang meÂmaÂkai lambang PSSI, itu sangat tidak pantas,†jelas Ibnu Munzir, kemarin di Senayan, Jakarta.
Pernyataan senada sebeÂlumÂnya sudah dikemukakan oleh SekÂjen PSSI Nugraha Besoes, peÂkan lalu. Dalam kesempatan taÂtap muka dengan wartawan di seÂkretariat PSSI, Senayan, NuÂgraÂha Besoes kala itu mengawali perÂtemuannya dengan meÂnyaÂtaÂkan bahwa hingga saat ini satu PSSI, yang telah diakui resmi oleh FIFA. Yakni, PSSI yang berÂalamat di Pintu X-XI Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.
Elemen lain yang memakÂsaÂkan pemakaian lambang PSSI dalam hal ini adalah Komite PeÂnyelamat Persepakbolaan NaÂsioÂnal (KPPN), yang memasang iklan pengumuman setengah haÂlaman di beberapa surat-kabar. Materi iklan pengumuman KPPN ini memuat empat hal, antara lain mengenai mosi tidak perÂcaya dan tidak mengakui kepengurusan PSSI periode 2007-2011 di bawah kepeÂmimÂpiÂnan Nurdin Halid, Nirwan BaÂkrie dan Nugraha Besoes.
KPPN ini diketuai SyachÂrial Damopolii, yang memimpin Pengprov PSSI Sulut selama dua periode sejak 2001, namun keÂmuÂdian dilengserkan melalui moÂsi tidak percaya dari maÂyoÂritas pengcab dan klub se Sulut pada 19 Februari 2011 di MeÂnado. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: