Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Sanksi FIFA di Depan Mata?

Konflik PSSI Kian Panas

Minggu, 27 Februari 2011, 00:39 WIB
Sanksi FIFA di Depan Mata?
Fédération Internationale de Football Association (FIFA)
RMOL. Sanksi dari FIFA tinggal me­nunggu buat PSSI. Apalagi kon­disi yang terajadi di In­do­nesia sudah dilaporkan PSSI ke FIFA.

FIFA mengetahui per­kem­bang­an yang terjadi di In­do­ne­­sia dari tayangan televisi dan pem­beritaan media cetak. Para pe­­milik hak suara pada Kong­res PSSI pun kini hanya bisa me­nyayangkan kemung­ki­nan ada­nya situasi tidak menentu bagi persepakbolaan nasional ini.

Mereka hanya bisa me­nya­yangkan sikap pemerintah yang disebut-sebut menjadi pe­mi­cu dari timbulnya ke­ki­sru­han ini.  Mereka menyatakan, ke­pu­tusan Komisi Banding deng­an mengembalikan ban­ding dari calon-calon ketua umum dan Exco 2011-2015 ke PSSI adalah bukti nyata dari ada­nya situasi yang tidak kon­dusif itu.

“Saya dukung keputusan Ko­misi Banding itu karena sia­pa pun memang sulit me­ru­mus­k­an sebuah keputusan yang tepat ditengah tekanan luar biasa seperti ini,” ujar Iqbal Ruray, Ketua Pengprov PSSI Maluku Utara, me­nyi­ka­pi keputusan Komisi Banding ter­sebut.

Syarifuddin Lamamba, K­e­tua Pengprov Sulawesi Teng­gara, menyatakan PSSI se­be­narnya hanya mengikuti sistem yang sudah baku yang dite­ta­p­kan oleh FIFA. “Saya kira atu­rannya sudah jelas, bahwa kita hanya mengikuti sistem yang ada. Saya tidak mengerti me­ngapa pemerintah seolah-olah tidak mau tahu dengan adanya sistem itu?” tegas Syarifuffin Lamamba.

Sementara Lalu Mara Sa­tria­wangsa selaku juru bicara Abu­rizal Bakrie sangat me­nya­yang­­kan sikap pemerintah, dalam hal ini Menpora Andi Al­fian Mallarangeng, yang mengin­tervensi proses pe­milihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

“Pemerintah dalam hal ini Menpora sebaiknya meng­hor­mati anggaran dasar rumah tang­ga, Statuta FIFA dan PSSI. Jang­an pakai cara yang oto­ri­ter, kekuatan dan intimidasi. Se­rahkan semua pemilihan ini ke anggota PSSI yang me­mi­liki suara,” ujar Lalu Mara.

Sebaliknya, pengamat se­pak­bola Edi Elison menga­ta­kan se­baiknya Menpora lang­sung membekukkan PSSI.

”Menurut saya Komite Banding me­m­be­rikan ke­pu­tusan Komisi Ban­ding dengan mengem­ba­li­kan­nya kepada calon-calon ketua umum dan Exco 2011-2015 ke PSSI ada­lah bukti nyata tidak adanya sikap yang jelas dan ter­kesan mengada-ada mem­be­rikan alasan,” sebut Edi.

Bekas pengurus PSSI era Ke­tua umum Agum Gumelar ini menyebut, para pengprov PSSI dan peserta untuk se­ce­patnya mengambil tindakan. Bi­la perlu para peserta Kong­res yang merupakan pen­du­kung George Toisutta dan Ari­fin Panigoro melakukan Kong­res luar biasa.”Yang pen­ting memenuhi aturan dengan 50 + satu.  Ketua umum ter­pilih lang­sung dilaporkan ke FIFA,” jelasnya.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA