FIFA mengetahui perÂkemÂbangÂan yang terjadi di InÂdoÂneÂÂsia dari tayangan televisi dan pemÂberitaan media cetak. Para peÂÂmilik hak suara pada KongÂres PSSI pun kini hanya bisa meÂnyayangkan kemungÂkiÂnan adaÂnya situasi tidak menentu bagi persepakbolaan nasional ini.
Mereka hanya bisa meÂnyaÂyangkan sikap pemerintah yang disebut-sebut menjadi peÂmiÂcu dari timbulnya keÂkiÂsruÂhan ini. Mereka menyatakan, keÂpuÂtusan Komisi Banding dengÂan mengembalikan banÂding dari calon-calon ketua umum dan Exco 2011-2015 ke PSSI adalah bukti nyata dari adaÂnya situasi yang tidak konÂdusif itu.
“Saya dukung keputusan KoÂmisi Banding itu karena siaÂpa pun memang sulit meÂruÂmusÂkÂan sebuah keputusan yang tepat ditengah tekanan luar biasa seperti ini,†ujar Iqbal Ruray, Ketua Pengprov PSSI Maluku Utara, meÂnyiÂkaÂpi keputusan Komisi Banding terÂsebut.
Syarifuddin Lamamba, KÂeÂtua Pengprov Sulawesi TengÂgara, menyatakan PSSI seÂbeÂnarnya hanya mengikuti sistem yang sudah baku yang diteÂtaÂpÂkan oleh FIFA. “Saya kira atuÂrannya sudah jelas, bahwa kita hanya mengikuti sistem yang ada. Saya tidak mengerti meÂngapa pemerintah seolah-olah tidak mau tahu dengan adanya sistem itu?†tegas Syarifuffin Lamamba.
Sementara Lalu Mara SaÂtriaÂwangsa selaku juru bicara AbuÂrizal Bakrie sangat meÂnyaÂyangÂÂkan sikap pemerintah, dalam hal ini Menpora Andi AlÂfian Mallarangeng, yang menginÂtervensi proses peÂmilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.
“Pemerintah dalam hal ini Menpora sebaiknya mengÂhorÂmati anggaran dasar rumah tangÂga, Statuta FIFA dan PSSI. JangÂan pakai cara yang otoÂriÂter, kekuatan dan intimidasi. SeÂrahkan semua pemilihan ini ke anggota PSSI yang meÂmiÂliki suara,†ujar Lalu Mara.
Sebaliknya, pengamat seÂpakÂbola Edi Elison mengaÂtaÂkan seÂbaiknya Menpora langÂsung membekukkan PSSI.
â€Menurut saya Komite Banding meÂmÂbeÂrikan keÂpuÂtusan Komisi BanÂding dengan mengemÂbaÂliÂkanÂnya kepada calon-calon ketua umum dan Exco 2011-2015 ke PSSI adaÂlah bukti nyata tidak adanya sikap yang jelas dan terÂkesan mengada-ada memÂbeÂrikan alasan,†sebut Edi.
Bekas pengurus PSSI era KeÂtua umum Agum Gumelar ini menyebut, para pengprov PSSI dan peserta untuk seÂceÂpatnya mengambil tindakan. BiÂla perlu para peserta KongÂres yang merupakan penÂduÂkung George Toisutta dan AriÂfin Panigoro melakukan KongÂres luar biasa.â€Yang penÂting memenuhi aturan dengan 50 + satu. Ketua umum terÂpilih langÂsung dilaporkan ke FIFA,†jelasnya.
[RM]
BERITA TERKAIT: