Di partai final, Jaya Raya SurÂyanaga membungkam Jaya Raya JaÂkarta dengan skor telak 3-0. PeÂmain asal Belanda, Yao Jie tamÂpil pertama untuk meÂnunÂdukÂkan Bellatrix Manuputy meÂlalui permainan yang sangat berat, 19-21, 21-16, 21-11.
Kemenangan dilanjutkan LinÂdaweni Fanetri dengan meÂngaÂlahkan Rena Suwarno 21-4, 21-10. KeÂmudian, Aprilia YusÂwanÂdari menÂjadi penentu keÂmeÂnangÂan JaÂya Raya Suryanaga setelah meÂlibas Rizky Amalia 21-6, 21-11.
Sukses Suryanaga melalui tiga tungÂgal itu diakui sang manajer, WiÂjanarko Adi Mulya, sebagai straÂtegi mereka. Pasalnya, JaÂyaÂraÂya Jakarta yang juga <I>runner up di superliga pertama tahun 2007 itu kuat di sektor ganda.
“Memang dari awal kita telah biÂcara antara pelatih dan official. Pemain tunggal kita rangkingnya leÂbih tinggi dari pemain lain. KaÂrena itu, ita berupaya mengubah suÂsunan agar tunggal main duÂluan,†ujar Wijanarko usai perÂtandingan.
Sementara itu, manajer JaÂyaÂraÂya Jakarta, Sigit Pamungkas mengÂakui kehebatan lawannya yang bermain cukup ulet. “Itu straÂtegi musuh. Mereka pasang tiga partai single yang kuat, dua partai (ganda) mereka lepas, tapi kalau kalah satu di tunggal juga bahaya. Sayangnya, tunggal kita tidak bisa ambil poin. Jadinya ya kalah,†ujar manajer yang juga pelatih dari Markis Kido/Hendra Setiawan.
Dalam turnamen yang memÂpeÂreÂÂbutkan hadiah total Rp 1,35miliar itu, tim putri SurÂyaÂnaga berhak atas medali, piala, dan uang sebesar Rp 275 juta, JaÂyaÂraya Jakarta juara II menÂdaÂpatkan hadiah Rp150juta dan seÂbagai juara ketiga, Djarum Kudus memperoleh hadiah Rp100 juta. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: