Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Masih Buta, Riedl Berharap Tuah Jakabaring

Jelang Timnas U-23 Vs Turkmenistan

Minggu, 20 Februari 2011, 01:42 WIB
Masih Buta, Riedl Berharap Tuah Jakabaring
Alfred Riedl.
RMOL. Pelatih timnas sepak bola Indonesia, Alfred Riedl mengaku ma­sih buta kekuatan calon la­wan­nya, Turkmenistan yang akan dihadapi pada pertandingan Pra Olimpiade 2012 di stadion Ja­ka­baring, Palembang, Rabu (23/2).

“Terus terang saya belum tahu ke­kuatan mereka sebenarnya. Tapi saya dengar timnas Tur­k­me­nistan dalam kondisi tidak ba­gus,” ujar Riedl, kemarin.

Meski demikian, pelatih asal Aus­tria ini tidak akan me­man­dang remeh calon la­wan­nya. ”Ten­tu saja dalam kondisi apa­pun kita tidak boleh me­re­meh­kan mereka. Bukan tidak mung­kin saat melawan tim kami mereka tampil bagus,” jelasnya.

 Untuk mengasah timnya, Riedl terus mem­be­rikan materi latihan yang cu­kup berat, salah satunya meng­adu barisan striker melawan de­fender atau pemain belakang. La­tihan ini dinilai oleh pelatih cukup sulit karena semua pemain ha­rus konsentrasi penuh selama la­tihan. Selain itu pelatih meng­intruksikan peningkatan koor­di­na­si antarpemain dan pe­nye­lesaian akhir.

“Kami berharap mereka bisa me­nunjukkan permainan ter­baik­nya meski saat ini belum bisa sampai pada peak per­for­man­ce,” katanya.

Rencananya, Senin (21/2), seluruh pe­main dan ofisial akan terbang ke Palembang. Semen­tara pertandingan kedua di­jad­walkan 9 Maret di Tur­kmenistan yang saat ini sedang musim dingin.

 Menghadapi Turkmenistan, Riedl berharap  tuah dari Stadion Jakabaring Palembang.

“Kita memiliki ke­nangan sen­diri saat bermain di sana, dua kali bermain di sana kita bisa menang,” kata Riedl.

Menurut dia, sejak awal pi­hak­nya berharap pertandingan per­ta­ma melawan Turkmenistan di­gelar di Jakarta karena dinilai le­bih representatif.

Jika bertanding di Stadion Uta­ma Gelora Bung Karno, kata dia, bisa dipastikan pendukung tim­nas akan memadati stadion ke­banggaan Indonesia itu. Pi­hak­nya berharap kondisi itu ber­la­ku di Palembang. ”Kita ber­harap stadion akan dipenuhi pe­nonton,” kata pelatih asal Austria itu.

Sementara itu Badan Tim Na­sional (BTN) PSSI berharap pro­ses naturalisasi terhadap tiga pe­main impor kelar paling lambat 1 Maret 2011. Karena, BTN ha­rus segera mendaftarkan ke­ti­ganya se­bagai pemain pada leg 2 melawan Turkmenistan, 9 Maret 2011.

Menurut Deputi Bidang Tek­nik BTN, Iman Arif, pihaknya te­lah menyetor dua nama kepada Men­pora. Keduanya adalah pe­main asal Belanda, Ruben Wuar­ba­naran dan Diego Michiels.

Namun belakangan, BTN me­nambah satu nama lagi, yakni Joey Suk. Pemain asal Belanda itu menjadi pemain impor ter­akhir yang akan dinaturalisasi BTN untuk memperkuat timnas U-23.

“Prosesnya memang harus ce­pat karena pendaftaran pemain baru untuk leg 2 paling lambat se­pekan sebelum pertandingan,” lanjut Iman.

Dari ketiga pemain tersebut, ha­nya Joey Suk yang belum per­nah ke Indonesia. Sedangkan Ru­ben dan Diego sudah pernah ikut dalam pemusatan latihan yang dipimpin oleh pelatih Alfred Riedl.

Ruben yang akan bergabung dengan Pelita Jaya, bahkan masih ber­ga­bung di pemusatan latihan se­te­lah sebelumnya sem­pat kembali ke Belanda. Sa­yang­nya, hingga saat ini Ruben masih cedera dan belum bisa ikut latihan bersama pemain timnas lainnya.

Sedangkan Joey Suk, di­ha­rapkan segera tiba di Indonesia. Pe­main ini kabarnya sedang diincar klub Turki dan raksasa Jerman, Bayern Munchen.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA