Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Seri Pembuka F1 Terancam Batal

Buntut Kekisruhan Politik di Bahrain

Sabtu, 19 Februari 2011, 05:23 WIB
Seri Pembuka F1 Terancam Batal
balapan For­mu­la Satu (F1)
RMOL. Pembukaan balapan For­mu­la Satu (F1) yang akan digelar di Sirkuit Sakhir, Bahrain 13 Ma­ret mendatang terancam batal, me­nyusul terjadinya kerusuhan di negara Timur Tengah tersebut.

Seperti diketahui, hari Kamis la­lu, Bahrain kembali dilanda de­mo besar-besaran anti pe­me­rin­tah yang menuntut mundur­nya Perdana Menteri, Sheik Khalifa bin Salman Al Khalifa. Aksi tersebut, kabarnya sudah me­newaskan tiga korban jiwa dan 231 orang luka-luka. Jatuhnya kor­ban, setelah polisi menyerbu para pengunjuk rasa yang berada di lapangan di pusat kota Ma­nama.

“Jika Rabu (28/2) nanti de­mons­trasi tidak juga redam, ma­ka kemungkinan akan kami ba­talkan­. Kami mungkin harus men­jadwal ulang Bahrain di akhir musim,” kata Bos F1, Ber­nie Ecclestone seperti dikutip Autosport.

Ecclestone mengaku, telah ber­bicara dengan putra mahkota Bah­rain, Kamis, untuk me­nge­ta­hui perkembangan terakhir di sana. “Jika anda berencana pergi ke sana, lebih baik batalkan se­ge­ra,” imbuhnya.

Keprihatian terhadap ke­ki­sru­han yang terjadi Bahrain juga da­tang dari bekas pebalap F1, Niki Lauda. Peraih tiga gelar juara du­nia itu meminta kepada pejabat be­r­wenang agar membatalkan ren­cana pembukaan GP Bahrain.

“Ini tentang suatu demokrasi da­lam sebuah negara,” kata Lau­da yang terus memantau per­go­la­kan rakyat Bahrain di Manama yang sedang meruntuhkan rezim Mo­narkhi di Bahrain.

Bagi Lauda, sebuah kesalahan be­sar bila F1 dan otoritas pe­me­rin­tah Bahrain melangsungkan acara seremonial megah pem­bu­ka F1 bulan depan di tangah aksi anarkis antara pihak keamanan dan warga.

“Ini sebuah kesalahan bila kita te­tap melangsungkan acara olah­raga. Kita harus keluar dari sana (Bahrain),” minta Lauda, pem­ba­lap legendaris asal Austria.

Sementara itu, pihak pe­nye­lenggara Bahrain International Cir­cuit (BIC) menegaskan, ber­janji akan menjamin keamanan jika GP tetap digelar di nagara Teluk Persia itu.

“Keselamatan semua ma­sya­rakat Bahrain, warga negara asing dan pengunjung dari luar ne­geri adalah prioritas dari Ke­ra­jaan Bahrain. Di Bahrain In­ternational Circuit, fokus kami saat ini adalah memberikan event sukses lain seperti balapan di tahun 2011,” ungkap Presiden BIC, Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa.

“Kami terus memonitor situasi de­monstrasi, untuk mem­per­siap­kan tindakan yang perlu di­la­ku­kan dengan otoritas terkait, dan akan memberikan respon yang di­butuhkan terkait per­kem­bang­an selanjutnya,” tegas Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa.

GP Bahrain sendiri mulai di­ge­lar sejak 2004. Selama periode ter­sebut Ferrari tampil men­do­mi­nasi dengan meraih empat ke­menangan, diikuti Renault yang dua kali menang dan satu ke­me­nangan lain dimiliki Brawn Mer­cedes.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA