Seperti diketahui, hari Kamis laÂlu, Bahrain kembali dilanda deÂmo besar-besaran anti peÂmeÂrinÂtah yang menuntut mundurÂnya Perdana Menteri, Sheik Khalifa bin Salman Al Khalifa. Aksi tersebut, kabarnya sudah meÂnewaskan tiga korban jiwa dan 231 orang luka-luka. Jatuhnya korÂban, setelah polisi menyerbu para pengunjuk rasa yang berada di lapangan di pusat kota MaÂnama.
“Jika Rabu (28/2) nanti deÂmonsÂtrasi tidak juga redam, maÂka kemungkinan akan kami baÂtalkanÂ. Kami mungkin harus menÂjadwal ulang Bahrain di akhir musim,†kata Bos F1, BerÂnie Ecclestone seperti dikutip
Autosport.Ecclestone mengaku, telah berÂbicara dengan putra mahkota BahÂrain, Kamis, untuk meÂngeÂtaÂhui perkembangan terakhir di sana. “Jika anda berencana pergi ke sana, lebih baik batalkan seÂgeÂra,†imbuhnya.
Keprihatian terhadap keÂkiÂsruÂhan yang terjadi Bahrain juga daÂtang dari bekas pebalap F1, Niki Lauda. Peraih tiga gelar juara duÂnia itu meminta kepada pejabat beÂrÂwenang agar membatalkan renÂcana pembukaan GP Bahrain.
“Ini tentang suatu demokrasi daÂlam sebuah negara,†kata LauÂda yang terus memantau perÂgoÂlaÂkan rakyat Bahrain di Manama yang sedang meruntuhkan rezim MoÂnarkhi di Bahrain.
Bagi Lauda, sebuah kesalahan beÂsar bila F1 dan otoritas peÂmeÂrinÂtah Bahrain melangsungkan acara seremonial megah pemÂbuÂka F1 bulan depan di tangah aksi anarkis antara pihak keamanan dan warga.
“Ini sebuah kesalahan bila kita teÂtap melangsungkan acara olahÂraga. Kita harus keluar dari sana (Bahrain),†minta Lauda, pemÂbaÂlap legendaris asal Austria.
Sementara itu, pihak peÂnyeÂlenggara Bahrain International CirÂcuit (BIC) menegaskan, berÂjanji akan menjamin keamanan jika GP tetap digelar di nagara Teluk Persia itu.
“Keselamatan semua maÂsyaÂrakat Bahrain, warga negara asing dan pengunjung dari luar neÂgeri adalah prioritas dari KeÂraÂjaan Bahrain. Di Bahrain InÂternational Circuit, fokus kami saat ini adalah memberikan event sukses lain seperti balapan di tahun 2011,†ungkap Presiden BIC, Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa.
“Kami terus memonitor situasi deÂmonstrasi, untuk memÂperÂsiapÂkan tindakan yang perlu diÂlaÂkuÂkan dengan otoritas terkait, dan akan memberikan respon yang diÂbutuhkan terkait perÂkemÂbangÂan selanjutnya,†tegas Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa.
GP Bahrain sendiri mulai diÂgeÂlar sejak 2004. Selama periode terÂsebut Ferrari tampil menÂdoÂmiÂnasi dengan meraih empat keÂmenangan, diikuti Renault yang dua kali menang dan satu keÂmeÂnangan lain dimiliki Brawn MerÂcedes.
[RM]
BERITA TERKAIT: