“Bermain sebagai tuan rumah, kaÂmi coba meÂmakÂsiÂmalÂkan keÂuntungan ini untuk menÂcetak gol perÂtama. Bila perlu menÂcetak gol seÂÂbaÂnyak mungÂkin,†kata Riedl seÂusai latihan di Lapangan C, SeÂnayan, kemarin.
Formasi yang akan digunakan Riedl adalah 4-4-2. Dengan mengÂandalkan dua striker, bekas peÂnyerang tim nasional Austria ini berharap anak asuhnya bisa menÂcetak gol sebanyak-baÂnyakÂnya saat bermain di kanÂdang sendiri. “Kendati bermain di kanÂÂdang, pertandingan nanti cuÂkup berat,†jelasnya.
Sisa waktu tiga hari menjelang bentrok, tim pelatih lebih foÂkus menÂjaga kebugaran pemain. WiÂÂdoÂdo, yang menjadi asisten Riedl, mengatakan, tidak mungÂkin lagi menggelar uji coba tamÂbaÂÂÂhan mengingat waktunya meÂpet.
Sebelumnya direncanakan ujiÂcoÂba melawan Persija, SiÂngaÂpura atau Malaysia. Tapi karena Riedl punya pengalaman pahit (pemainnya cedera karena perÂmaiÂnan kasar) saat ujicoba dengÂan tim lokal, Riedl menolak ujicoba melawan Persija. SeÂdangÂkan melawan Singapura dan Malaysia, tidak dicapai kesesuaian jadwal.
Para pemain tim nasional unÂtuk pra-Olimpiade (Timnas U-23) mulai menjalani latihan bersama sejak 24 Januari.
Melawan Turkmenistan, Riedl mungkin akan meÂmakÂsiÂmalÂkan para pemain Sriwijaya FC yang tergabung di Timnas; OkÂtovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo dan Rachmat Latief. Karena, mereka sudah terbiasa dengan atÂmoÂsÂfer Gelora Sriwijaya.
“Saya sudah terbiasa dengan laÂpangan di Palembang. Mudah-mudahan teman-teman lain bisa beradaptasi,†kata Okto.
Sayangnya, Riedl keÂmungÂkiÂnan tak bisa memainkan RachÂmat. Bek tengah tangguh ini baru saÂja menjalani operasi gigi. Selain Rachmat, geÂlanÂdang blasÂteran Indonesia-MaÂluÂku, Ruben Wuarbanaran, juga diÂpastikan belum bisa dimainkan. Selain karena urusan pasÂporÂnya belum beres, kondisi peÂmain FC Den Bosch ini belum puÂlih dari ceÂdera. Sejak tiba di JaÂkarÂta, 5 FeÂbruari lalu, ia masih menÂjalani latÂÂihan terpisah berÂsaÂma tim ahli psikoterapis.
“Tapi saya yakin bisa bermain di pertandingan away melawan Turkmenistan, 9 Maret menÂdatang.
Saat bertandang ke TurkÂmeÂnisÂtan, Indonesia harus berjuang keras melawan cuaca dingin, kaÂrena di sana sedang musim dingin sekitar 3-5 derajat celÂcius.
[RM]
BERITA TERKAIT: