Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Pakai Umpan Pendek, Optimis Menang

Pra Olimpiade Indonesia vs Turkmenistan

Sabtu, 19 Februari 2011, 00:12 WIB
Pakai Umpan Pendek, Optimis Menang
ilustrasi, Timnas U-23
RMOL. Pelatih timnas  Pra Olimpiade Indonesia, Alfred Riedl  optimis tim­nya bisa me­menangi per­tandingan me­lawan Turk­me­nis­tan di stadion Gelora Sriwijaya, Pa­lembang pada Rabu (23/2).

“Bermain sebagai tuan rumah, ka­mi coba me­mak­si­mal­kan ke­untungan ini untuk men­cetak gol per­tama. Bila perlu men­cetak gol se­­ba­nyak mung­kin,” kata Riedl se­usai latihan di Lapangan C, Se­nayan, kemarin.

Formasi yang akan digunakan Riedl adalah 4-4-2. Dengan meng­andalkan dua striker, bekas pe­nyerang tim nasional Austria ini berharap anak asuhnya bisa men­cetak gol sebanyak-ba­nyak­nya saat bermain di kan­dang sendiri. “Kendati bermain di kan­­dang, pertandingan nanti cu­kup berat,” jelasnya.

Sisa waktu tiga hari menjelang bentrok, tim pelatih lebih fo­kus men­jaga kebugaran pemain. Wi­­do­do, yang menjadi asisten Riedl, mengatakan, tidak mung­kin lagi menggelar uji coba tam­ba­­­han mengingat waktunya me­pet.

Sebelumnya direncanakan uji­co­ba melawan Persija, Si­nga­pura atau Malaysia. Tapi karena Riedl punya pengalaman pahit (pemainnya cedera karena per­mai­nan kasar) saat ujicoba deng­an tim lokal, Riedl menolak ujicoba melawan Persija. Se­dang­kan melawan Singapura dan Malaysia, tidak dicapai kesesuaian jadwal.

Para pemain tim nasional un­tuk pra-Olimpiade (Timnas U-23) mulai menjalani latihan bersama sejak 24 Januari.

Melawan Turkmenistan,  Riedl mungkin akan me­mak­si­mal­kan para pemain Sriwijaya FC yang tergabung di Timnas; Ok­tovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo dan Rachmat Latief. Karena, mereka  sudah terbiasa dengan at­mo­s­fer Gelora Sriwijaya.

“Saya sudah terbiasa dengan la­pangan di Palembang. Mudah-mudahan teman-teman lain bisa beradaptasi,” kata Okto.

Sayangnya, Riedl ke­mung­ki­nan tak bisa memainkan Rach­mat. Bek tengah tangguh ini baru sa­ja menjalani operasi gigi. Selain Rachmat, ge­lan­dang blas­teran Indonesia-Ma­lu­ku, Ruben Wuarbanaran, juga di­pastikan belum bisa dimainkan. Selain karena urusan pas­por­nya belum beres, kondisi pe­main FC Den Bosch ini belum pu­lih dari ce­dera. Sejak tiba di Ja­kar­ta, 5 Fe­bruari lalu, ia masih men­jalani lat­­ihan terpisah ber­sa­ma tim ahli psikoterapis.

“Tapi saya yakin bisa bermain  di pertandingan away melawan Turkmenistan, 9 Maret men­datang.

Saat bertandang ke Turk­me­nis­tan, Indonesia harus berjuang keras melawan cuaca dingin, ka­rena di sana sedang musim dingin sekitar 3-5 derajat cel­cius.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA