Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

PSSI Jadi “Cabang” FIFA, Sanksi Dianggap Lucu

Selasa, 15 Februari 2011, 04:20 WIB
PSSI Jadi “Cabang” FIFA, Sanksi Dianggap Lucu
logo PSSI
RMOL. Sepakbola Indonesia terus ber­golak. PSSI mengakui sudah men­dapat surat dari FIFA untuk me­nindak Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas Arifin Pa­ni­goro. Senjata legal dari or­ga­ni­sasi tertinggi sepakbola dunia itu dinilai cukup untuk menindak bah­kan membubarkan LPI.

“Kita harus patuhi FIFA, ka­rena kita sudah meratifikasi Sta­tuta FIFA, mengadopsinya men­jadi Statuta PSSI, maka PSSI sudah menjadi ‘cabang’ FIFA un­tuk Indonesia,” kata Irawadi Ha­nafi, bendahara PSSI ke­pe­ngu­rusan 1999-2003 atau di era Agum Gumelar.

Menurut statuta FIFA, yang ju­ga diadopsi PSSI, keberadaan Ari­fin Panigoro sebagai penyan­dang dana LPI sudah  melanggar keten­tuan FIFA, yang tidak mem­per­kenankan satu orang mensponsori lebih dari satu klub sekaligus.

Irawadi sangat me­ma­ha­mi jika PSSI harus mengambil langkah-langkah tegas terhadap kebera­da­an LPI, karena adanya ke­gia­tan itu sama saja dengan meng­ganggu aturan FIFA.

“LPI tidak sesuai dengan atu­ran yang ada, jadi kalau PSSI tidak mengakui keberadaan LPI, ya pantas,” tegas Irawadi.

Surat pertama bertanggal 9 Februari 2011 yang di­ta­n­da­ta­nga­ni leh Director Member As­so­ciation and Development FIFA Thierry Reganas. Surat kedua bertanggal 10 Februari 2011 di­kirim dari Zurich dan di­tan­da­tangani oleh De­puti Sekjen FIFA Markus Kat­tner. Dua surat ter­sebut sekaligus ja­waban atau tang­­gapan atas dua surat yang se­belumnya di­ki­rim­kan oleh PSSI kepada FIFA.

Surat pertama dari PSSI di­kirimkan kepada FIFA pada 27 Januari 2011 mengenai tindakan sanksi PSSI terhadap pihak-pi­hak yang terlibat dalam LPI yang dinilai ilegal. Sedangkan surat kedua dikirimkan oleh PSSI ke­pa­da FIFA pada 1 Februari 2011 tentang hasil Kongres Tahunan PSSI dan mengenai rencana pe­nyelenggaraan Kongres PSSI. Markus Katter dalam surat itu menegaskan bahwa FIFA dapat memahami.

Salah satu klub LPI, Persebaya 1927, menanggapi restu FIFA ke PSSI itu dengan santai. Ko­mi­sa­ris Utama PT Persebaya In­do­ne­sia, Saleh Ismail Mukadar me­nga­takan, jika PSSI memberikan sanksi, tindakan tersebut sudah di luar batas. Karena, Persebaya dan sejumlah klub yang berbelok ke LPI sudah dikeluarkan dari PSSI.

Keputusan itu menurut Saleh me­rupakan sanksi terberat dalam organisasi. “Di Kongres Bali, ke­marin, beberapa tim tak boleh ikut kongres, termasuk Per­se­baya 1927. Sekaligus sudah ada surat pemecatan untuk tim yang ke LPI. Itu kan sudah sanksi terberat dalam organisasi. Kalau PSSI mau memberikan sanksi lagi, itu sangat lucu. Karena kami kan tidak lagi di bawah PSSI, sudah dikeluarkan dan diberi sanksi tertinggi,” ujar Saleh.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA