“Kita harus patuhi FIFA, kaÂrena kita sudah meratifikasi StaÂtuta FIFA, mengadopsinya menÂjadi Statuta PSSI, maka PSSI sudah menjadi ‘cabang’ FIFA unÂtuk Indonesia,†kata Irawadi HaÂnafi, bendahara PSSI keÂpeÂnguÂrusan 1999-2003 atau di era Agum Gumelar.
Menurut statuta FIFA, yang juÂga diadopsi PSSI, keberadaan AriÂfin Panigoro sebagai penyanÂdang dana LPI sudah melanggar ketenÂtuan FIFA, yang tidak memÂperÂkenankan satu orang mensponsori lebih dari satu klub sekaligus.
Irawadi sangat meÂmaÂhaÂmi jika PSSI harus mengambil langkah-langkah tegas terhadap keberaÂdaÂan LPI, karena adanya keÂgiaÂtan itu sama saja dengan mengÂganggu aturan FIFA.
“LPI tidak sesuai dengan atuÂran yang ada, jadi kalau PSSI tidak mengakui keberadaan LPI, ya pantas,†tegas Irawadi.
Surat pertama bertanggal 9 Februari 2011 yang diÂtaÂnÂdaÂtaÂngaÂni leh Director Member AsÂsoÂciation and Development FIFA Thierry Reganas. Surat kedua bertanggal 10 Februari 2011 diÂkirim dari Zurich dan diÂtanÂdaÂtangani oleh DeÂputi Sekjen FIFA Markus KatÂtner. Dua surat terÂsebut sekaligus jaÂwaban atau tangÂÂgapan atas dua surat yang seÂbelumnya diÂkiÂrimÂkan oleh PSSI kepada FIFA.
Surat pertama dari PSSI diÂkirimkan kepada FIFA pada 27 Januari 2011 mengenai tindakan sanksi PSSI terhadap pihak-piÂhak yang terlibat dalam LPI yang dinilai ilegal. Sedangkan surat kedua dikirimkan oleh PSSI keÂpaÂda FIFA pada 1 Februari 2011 tentang hasil Kongres Tahunan PSSI dan mengenai rencana peÂnyelenggaraan Kongres PSSI. Markus Katter dalam surat itu menegaskan bahwa FIFA dapat memahami.
Salah satu klub LPI, Persebaya 1927, menanggapi restu FIFA ke PSSI itu dengan santai. KoÂmiÂsaÂris Utama PT Persebaya InÂdoÂneÂsia, Saleh Ismail Mukadar meÂngaÂtakan, jika PSSI memberikan sanksi, tindakan tersebut sudah di luar batas. Karena, Persebaya dan sejumlah klub yang berbelok ke LPI sudah dikeluarkan dari PSSI.
Keputusan itu menurut Saleh meÂrupakan sanksi terberat dalam organisasi. “Di Kongres Bali, keÂmarin, beberapa tim tak boleh ikut kongres, termasuk PerÂseÂbaya 1927. Sekaligus sudah ada surat pemecatan untuk tim yang ke LPI. Itu kan sudah sanksi terberat dalam organisasi. Kalau PSSI mau memberikan sanksi lagi, itu sangat lucu. Karena kami kan tidak lagi di bawah PSSI, sudah dikeluarkan dan diberi sanksi tertinggi,†ujar Saleh.
[RM]
BERITA TERKAIT: