Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Final Australia Terbuka 2011 Tanpa Petenis Terbaik

Wozniacki Dilumat

Li Na Ngaku Kurang Tidur

Jumat, 28 Januari 2011, 03:23 WIB
Wozniacki Dilumat
Caroline Wozniacki
RMOL.Petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki harus mengubur dalam-dalam ambisinya mencicipi gelar grand slam pertamakalinya. Petenis cantik Denmark itu tersingkir di babak semifinal Autralia Terbuka 2011 setelah dikalahkan Li Na 6-3, 5-7, 3-6.

Kekalahan Wozniacki se­ka­ligus menjadi jawaban atas ke­ra­guan para pecinta tenis atas per­formanya. Pasalnya, meski ber­status sebagai petenis nomor satu dunia, Wozniacki belum pernah merasakan gelar grand slam.

Sedangkan, bagi Li Na, ke­menangan ini membawa sebagai pe­tenis Cina pertama yang lolos ke final ajang grand slam. Li me­raih kemenangan ini dengan per­juangan berat melalui match point di set kedua. Dengan pu­kulan tajamnya saat skor 5-5, Li ber­hasil menyelamatkan set ke­dua ini. Di set pertama, Li di­kalahkan petenis asal Denmark itu.

Li yang dilatih oleh suaminya, Jiang Shan ini mencoba me­la­deni permainan ratu tenis itu deng­an teguh. Para pendukung Li yang menonton dengan pa­kaian merah, ikut berteriak-te­riak memberi semangat. Melalui ker­ja kerasnya, Li akhirnya me­menangkan set ketiga.

“Saya sangat senang bisa men­jadi pemain Cina pertama yang akhirnya lolos ke final grand slam. Aku yang pertama!,” tandas Li seusai pertandingan.

Li yang tak bisa me­nye­bu­nyi­kan kegembiraannya me­nga­ta­kan, dia sebenarnya malam se­be­lum laga kurang tidur. “Saya k­e­hilangan waktu tidur saya pa­da malam sebelum pertandingan ka­rena Shan tidurnya men­deng­kur. Aku terpaksa harus ter­bangun setiap jam,” ujarnya.

Di babak final, Li akan ber­te­mu bekas petenis nomor satu du­nia, Kim Clijster yang berhasil me­raih tiket ke final menga­lah­kan petenis Rusia, Vera Zvo­na­reva 6-3, 6-3 dalam waktu satu jam 13 menit.

Bagi Clijster, penampilan di fi­nal Australia Terbuka adalah un­tuk kedua kalinya setelah pada 2004 ketika dia dihentikan rekan senegara, Justine Henin.

Clijster, juara bertahan AS Ter­buka itu, mengakui bahwa dia telah memperlihatkan permainan ter­baiknya saat mengalahkan Zvo­nareva. “Vera adalah petenis tang­guh dan saya sadar bahwa saya harus bekerja keras untuk menghadapinya,” kata Clijsters.

“Saya sadar bahwa saya harus be­rada dalam penampilan ter­baik bila dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya,” ka­tanya. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA