Rivalitas yang terbangun seÂjak lama diantara kedua tim meÂmunculkan gengsi besar. Gengsi makin meninggi jika melihat pertaruhan harkat dan martabat bangÂsa. Bukan rahasia lagi, beÂbeÂrapa tahun belakangan, huÂbungan diplomatis Malaysia dengÂan Indonesia mengÂalami pasang surut.
Karena itu, tak heran jiÂka kedua tim akan termotivasi tingÂgi untuk meraih tiga poin. SeÂkaligus pertaruhan besar bagi keÂkuatan “Pasukan Garuda†kaÂrena menghadapi Malaysia menÂjadi jalan untuk dapat meÂmuÂlusÂkan target timnas menjadi juara.
Walau laga ini penuh gengsi, namun tak mudah bagi pasukan Alfred Riedl menjinakkan “NeÂgeri Jiranâ€. Kendati, pertemuan terÂakhir dengan mereka pada 2008 di ajang persahabatan berakhir imbang 1-1, namun dari sisi presÂtasi, Malaysia lebih unggul.
Pada akhir 2009, MaÂlayÂsia sukses menjuarai SEA Games Laos dengan mengaÂlahÂkan tim tangguh Vietnam di fiÂnal. Begitu juga di pentas Asian GaÂmes 2010 Guangzhou, MaÂlayÂsia berhasil melewati babak peÂnyisihan grup. Sebaliknya, Indonesia masih jalan di tempat.
Tim Garuda masih buta keÂkuaÂtan lawan yang sebagian berÂkekuatan pemain muda. Tadi maÂlam, pelatih dan pemain mempelajari rekaman pertanÂdingan Malaysia.
Malaysia juga tak akan mudah meÂnyerah, walau badai cedera menghadang timnya. “Delapan peÂmain kami cedera, enam diÂanÂtaranya adalah pemain inti. SiÂtuasi ini menyulitkan kami, meski kami memasukkan lima peÂmain senior,†jelas pelatih Malaysia, Rajagopal.
Dia mengatakan, pemain paling berbahaya di kubu InÂdoÂnesia adalah Bambang PaÂmungkas yang pernah menjadi top skorer di Liga Malaysia. RaÂjaÂgopal mengakui, Bambang ungÂgul di bola-bola atas.
[RM]
BERITA TERKAIT: