Kebijakan pembukaan kembali fasilitas pelayanan navigasi ini diambil setelah melalui serangkaian evaluasi keselamatan yang ketat serta peninjauan hasil uji kertas abu vulkanik secara berkala di lapangan.
Berdasarkan pembaruan dokumen pemberitahuan resmi aeronautika atau NOTAM, sejumlah bandar udara utama yang kini berstatus terbuka meliputi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.
Pemulihan aktivitas penerbangan ini juga mencakup Bandara Budiarto di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, serta Bandara Pagar Alam atau Atung Bungsu yang telah lebih dahulu dibuka sejak Senin kemarin.
Kendati demikian, pihak otoritas navigasi tetap mengimbau para pilot dan maskapai penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Pasalnya, sisa partikel awan abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau masih persisten bergerak di dalam wilayah informasi penerbangan atau FIR Jakarta.
Kewaspadaan tinggi ini sangat dibutuhkan guna mengantisipasi segala potensi risiko selama proses kedatangan maupun keberangkatan pesawat di udara.
Di sisi lain, kebijakan penutupan sementara atau status closed masih diperpanjang untuk tiga bandar udara lain yang berada di titik terdekat jalur sebaran abu.
Berdasarkan NOTAM terbaru, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung di Pandeglang masih ditutup hingga estimasi pukul 10.00 WIB.
AirNav Indonesia berkomitmen untuk terus memantau dinamika aktivitas vulkanik serta berkoordinasi intensif bersama regulator demi keselamatan bersama.
BERITA TERKAIT: