Lewat produk TrichoMeta Thanos, penerapannya pada budi daya bawang merah di Nganjuk mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi penggunaan pupuk kimia, hingga meningkatan kesuburan tanah.
CEO Planteria, Bambang Sutrisno, menyampaikan bahwa aplikasi Trichoderma untuk demplot bawang merah diterapkan di lahan seluas 7.135,2 m² dengan melibatkan delapan petani.
“Hasil panen menunjukkan penggunaan TrichoMeta Thanos mampu meningkatkan produktivitas bawang merah sekitar 40 persen, meningkatkan kesuburan tanah, dan menekan penggunaan pupuk kimia sebesar 40 persen,” ungkap Bambang dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Planteria sebelumnya telah menggelar kegiatan Panen Raya dan Field Day Demplot Trichoderma di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 12 Agustus 2026.
Inovasi ini menjadi bagian dari hilirisasi hasil riset Planteria bersama dosen dan peneliti IPB University melalui Program Inkubasi Bisnis Startup PRIME STeP Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB.
“Harapannya, seluruh pihak di Nganjuk dapat berkolaborasi untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani bawang merah melalui penerapan teknologi yang tepat,” ujar Bambang.
Kepala LPA2I IPB University, Dr Handian Purwawangsa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan contoh nyata hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Menurutnya, inovasi tidak cukup berhenti pada tahap penelitian, tetapi perlu diimplementasikan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan.
Planteria menjalani proses inkubasi selama tiga tahun di LPA2I IPB melalui program PRIME STeP. Inovasi Trichoderma yang dikembangkan diarahkan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
“Saat ini, LPA2I IPB University membina sekitar 72 startup melalui fasilitasi bootcamp, coaching, mentoring, hingga business matching untuk mendorong pengembangan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Dr Handian juga berkomitmen dalam penguatan branding bawang merah Nganjuk agar memiliki nilai tambah dan daya saing pasar. Aplikasi Trichoderma akan terus diuji coba lebih lanjut guna memperkuat bukti manfaat inovasi yang dihasilkan. Selain itu, ia turut mendorong pengembangan komoditas rotasi bernilai ekonomi tinggi seperti kedelai edamame.
Bupati Nganjuk, Dr H Marhaen Djumadi, mengapresiasi kolaborasi IPB University dan Planteria dalam mendukung pengembangan pertanian daerah. Menurutnya, bawang merah dan kedelai merupakan komoditas prioritas Nganjuk.
Ia juga menyoroti tantangan fluktuasi harga bawang merah akibat pasokan yang melimpah pada waktu bersamaan. Karena itu, diperlukan pengaturan pola tanam dan waktu panen, penguatan koperasi, serta akses pembiayaan dan strategi tunda jual bagi petani.
“Petani memiliki lahan yang praktis, tetapi membutuhkan ilmu dan hasil penelitian dari perguruan tinggi seperti yang dilakukan Planteria melalui penggunaan Trichoderma yang dapat mengurangi penggunaan pupuk nonorganik serta meningkatkan produksi,” ujarnya.
Kegiatan turut dihadiri Asisten Bidang Inkubasi Bisnis LPA2I dan tim, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Camat Rejoso, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) BPP Kecamatan Rejoso, Kepala Desa Mojorembun, Ketua RT dan RW, serta perwakilan kelompok tani. Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan demplot, panen simbolis, dan dialog bersama petani.
Melalui kegiatan ini, LPA2I IPB dan Planteria akan terus mendorong perluasan penerapan teknologi Trichoderma sebagai inovasi pertanian ramah lingkungan yang berpotensi meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan terhadap input kimia, serta mendukung kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian di Nganjuk.
BERITA TERKAIT: