Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/ananda-gabriel-5'>ANANDA GABRIEL</a>
OLEH: ANANDA GABRIEL
  • Kamis, 13 Agustus 2026, 21:42 WIB
Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG melaporkan bahwa kondisi atmosfer hingga akhir Juli 2026 semakin mendukung tren cuaca kering di berbagai wilayah Indonesia.

Fenomena El Niño kuat serta Indeks Dipole Ocean IOD positif menjadi faktor dominan yang mengurangi suplai hujan secara signifikan.

Tercatat sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim ZOM telah resmi memasuki musim kemarau.

Distribusi curah hujan pada Dasarian III Juli didominasi kategori rendah dengan sekitar 76,3 persen wilayah mengalami sifat hujan bawah normal.

Kondisi kering ini diperkirakan terus berlanjut pada Agustus 2026 sehingga meningkatkan potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan karhutla di berbagai daerah.

Kendati demikian dinamika atmosfer regional seperti Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin masih memberikan peluang pertumbuhan awan hujan secara lokal.

Sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua terp masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Memasuki puncak episode El Niño ini BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari guna menghindari dehidrasi.

Selain itu masyarakat dan pemerintah daerah diminta untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta potensi karhutla. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: TIFANI

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA