Selain menjadi forum merumuskan arah perjuangan keumatan dan kebangsaan, kongres ini juga bertepatan dengan 50 tahun pengabdian Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi bangsa.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, KH Zainut Tauhid Sa'adi, saat memberikan sambutan pada pembukaan KUII VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.
Menurut Zainut, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, Dewan Pertimbangan MUI mengajak peserta kongres memusatkan perhatian pada empat agenda strategis, yakni memperkuat ukhuwah dan moderasi beragama, membangun kedaulatan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi, serta memperkuat kepedulian terhadap isu geopolitik dan kemanusiaan dunia.
Ia menegaskan umat Islam sebagai komponen mayoritas pendiri bangsa harus terus berada di garda terdepan dalam memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Sebagai komponen mayoritas pendiri bangsa, keberadaan umat Islam tidak punya pilihan, harus berada di depan," ujarnya.
Zainut berharap KUII VIII mampu menghasilkan risalah dan rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus menjadi kontribusi bagi pembangunan bangsa.
KUII VIII diikuti lebih dari 450 peserta yang berasal dari jajaran MUI, unsur pemerintah, serta perwakilan 87 organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah.
BERITA TERKAIT: