Ketua DPD RI Sultan B Najamudin yang membuka rangkaian sidang tahunan tersebut menyampaikan sejumlah nama pimpinan partai politik dan tokoh negara yang hadir. Namun, penyebutan Zulhas hampir terlewat dalam rangkaian penghormatan kepada para pejabat negara.
"Di hari jum’at yang penuh berkah ini, tengadah syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Tiga hari lagi, tepatnya 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia genap 81 tahun merdeka," kata Najamudin.
Menurutnya, kemerdekaan yang lahir dari kesepakatan ratusan daerah, ratusan bahasa, dan ribuan suku, bertemu dalam satu tekad, negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat, dengan tujuan mewujudkan rakyat yang sejahtera, adil, dan makmur.
"Dari ruang Sidang Bersama, dalam gedung yang sarat sejarah inilah, kita menggenapi tekad itu dengan satu keyakinan yang lebih spesifik, daerah kuat, Indonesia berdaulat," jelasnya.
Suasana sidang berlangsung khidmat. Para anggota MPR, DPR, dan DPD RI serta tamu undangan mengikuti pembukaan dengan mengenakan pakaian resmi.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI menjadi bagian dari rangkaian agenda kenegaraan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kenegaraan sekaligus memaparkan kinerja pemerintahan dan arah kebijakan nasional.
Selain agenda pagi, Presiden Prabowo juga akan kembali menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 pada Jumat sore.
BERITA TERKAIT: