Satu Antrean, Kolaborasi FKUB-Kesbangpol Gelar Sunat Massal di Mimika

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 01 Juni 2026, 19:26 WIB
Satu Antrean, Kolaborasi FKUB-Kesbangpol Gelar Sunat Massal di Mimika
Sunatan massal Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Hari Lahir Pancasila menjadi momentum yang dipilih Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika untuk memperkuat nilai persatuan melalui kegiatan “Sunat Massal dan Wawasan Kebangsaan Bina Kerukunan”.

Ketua FKUB Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung mengatakan, kegiatan sosial ini menjadi simbol nyata upaya membangun harmoni di tengah masyarakat Mimika yang majemuk dari sisi suku, agama, dan budaya.

Dia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial, tetapi juga pembelajaran tentang makna hidup bersama dalam harmoni dan semangat kebangsaan.

Sebanyak 100 anak dari keluarga beragama Islam, Kristen, dan Katolik mengikuti sunat massal yang digelar secara gratis dengan metode laser.

"Anak-anak dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya duduk dalam satu antrian yang sama. Tidak ada pembeda," ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, Senin 1 Juni 2026.

Selain memberikan layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya hidup berdampingan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia.

Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Ronny S. Marjen, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan kerukunan yang telah dijalankan bersama FKUB. 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen menjadikan daerah tersebut sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.

"Sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, dan penuh toleransi," tuturnya.

Selain sunat massal, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi wawasan kebangsaan kepada 100 orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. 

Edukasi tersebut bertujuan memperkuat nilai persatuan dan keberagaman di lingkungan keluarga sebagai fondasi utama dalam menjaga kerukunan masyarakat.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA