Namun, di tengah gempuran teknologi lampu hemat energi masa kini, sebuah pertanyaan menggelitik kerap muncul: Apakah kebiasaan warisan tersebut masih benar-benar relevan?
Jawabannya adalah iya. Para ahli menekankan bahwa mematikan lampu saat meninggalkan ruangan tetap sangat dianjurkan, terutama jika misi utama Anda adalah menghemat energi dan menekan lonjakan tagihan listrik.
Meskipun teknologi pencahayaan modern sudah sangat efisien, membiarkan lampu terus menyala tanpa alasan jelas sama saja dengan membuang konsumsi listrik secara sia-sia.
Joel Worthington, Presiden perusahaan kelistrikan Mr. Electric, menegaskan bahwa hal ini adalah kebiasaan baik yang patut dipertahankan demi memangkas biaya dalam jangka panjang.
Aturan ini mutlak berlaku bagi Anda yang masih menggunakan lampu pijar tipe lama yang terkenal boros.
Akan tetapi, terdapat satu pengecualian penting jika Anda menggunakan lampu compact fluorescent lamp (CFL).
Lampu jenis ini sangat sensitif terhadap batas siklus nyala-mati, sehingga terlalu sering mematikan dan menyalakannya justru akan memperpendek umur lampu.
Sebagai acuan, Departemen Energi Amerika Serikat merekomendasikan agar lampu CFL dibiarkan menyala jika Anda hanya meninggalkan ruangan kurang dari 15 menit, dan baru dimatikan apabila ruangan kosong lebih lama dari itu.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu pusing memikirkan siklus tersebut jika menggunakan lampu LED modern. Lampu LED dirancang sangat tangguh untuk siklus nyala-mati berulang tanpa memicu penurunan kualitas yang berarti.
CEO Wethrift, Nick Drewe, mematahkan mitos lama yang menganggap membiarkan lampu menyala terasa lebih murah.
Menurutnya, nilai energi yang berhasil dihemat dari mematikan lampu—khususnya LED—jauh lebih berharga ketimbang risiko berkurangnya umur lampu itu sendiri.
Singkatnya, jika Anda memakai LED atau lampu pijar biasa, matikan sakelarnya setiap kali Anda melangkah keluar!
BERITA TERKAIT: