Purbaya mengatakan dirinya menyiapkan dua ekor sapi kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah. Satu sapi diserahkan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), sementara satu lainnya berada di rumah pribadinya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.
“Sapinya dapat 868 kilo kira-kira. Jenisnya simental cross. Belinya saya minta orang beli. Yang satu lagi di Ciganjur, rumah saya pribadi di situ. Kayaknya lebih gede daripada ini, satu ton lebih,” kata Purbaya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Bendahara negara itu menegaskan pembelian hewan kurban tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadi.
“Dana pribadi lah. Yang rumah juga dana pribadi,” ujarnya.
Purbaya mengaku dana pembelian sapi kurban berasal dari bonus yang diterimanya. Selain itu, dana yang sebelumnya disiapkan untuk ibadah haji tahun ini juga dialihkan karena dirinya batal berangkat ke Tanah Suci.
“Kan lumayan tuh ada bonus. Jadi kita pakai beliin itu. Terus kan nggak jadi haji. Uangnya utuh diabisiin lah di sini,” tuturnya.
Saat ditanya soal batalnya keberangkatan haji, Purbaya mengaku tetap santai meski merasa sedih.
“Ya sedih, tapi emang bukan rezeki. Santai aja lah. Mungkin tahun depan bisa,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: