Agenda strategis ini digelar sebagai upaya konkret untuk melestarikan nilai tradisi, kebudayaan, serta kepercayaan leluhur di tanah Sumba.
Berlangsung dengan penuh khidmat serta dihadiri oleh tokoh adat, pengurus, dan warga setempat, kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memperkokoh kelembagaan adat. Selain itu, acara ini sekaligus berfungsi meningkatkan peran aktif komunitas dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, menyampaikan bahwa memperkuat kelembagaan masyarakat adat merupakan pilar penting dalam menjaga keberlanjutan budaya bangsa. Menurutnya, keberadaan komunitas Marapu adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan diestafetkan kepada generasi penerus.
“Marapu bukan hanya identitas budaya masyarakat Sumba Timur, tetapi juga bagian dari keberagaman budaya dan spiritualitas Nusantara yang memiliki nilai luhur, kearifan lokal, serta semangat hidup harmonis dengan alam dan sesama,” ujar Sjamsul Hadi, dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.
Melalui penguatan ini, Badan Pengurus Marapu Kabupaten Sumba Timur diharapkan dapat semakin solid dalam mengemban misi pelestarian adat, memperkuat nilai budaya, serta membangun ruang dialog dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui agenda ini, Direktorat Bina Kepercayaan dan Masyarakat Adat kembali memperkuat komitmennya untuk terus mengawal pelestarian dan pemberdayaan komunitas penghayat kepercayaan di berbagai wilayah Indonesia.
Pada akhirnya, pengukuhan ini menjadi simbol semangat bersama dalam menjaga keberagaman budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
BERITA TERKAIT: