Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Sabtu, 21 Maret 2026, 21:35 WIB
Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional
Suasana ziarah di TPU Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB, Sabtu, 21 Maret 2026. (Foto: RMOLJabar/Alvin)
rmol news logo Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, saat warga memanfaatkan momentum setelah Hari Raya Idulfitri untuk berziarah ke makam para korban bencana longsor.

Sejak pagi, sejumlah warga dan keluarga korban datang silih berganti membawa bunga serta air untuk membersihkan dan merapikan pusara.

Tradisi nyekar yang biasanya dilakukan usai Lebaran kali ini terasa jauh lebih emosional karena sebagian makam merupakan korban tragedi longsor yang merenggut puluhan nyawa beberapa waktu lalu.

Di TPU tersebut, sedikitnya 28 korban meninggal dunia akibat longsor dimakamkan. Para peziarah tampak membersihkan area makam dari rumput liar, menyiram pusara dengan air, hingga menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban.

Doa-doa pun dipanjatkan secara khusyuk. Beberapa keluarga korban terlihat membaca surat Yasin di sisi makam sambil menahan tangis yang masih sulit dibendung.

Warga Kampung Pasir Kuda, Eha (41) mengakui, kehilangan empat anggota keluarganya dalam peristiwa tersebut. Ia datang khusus untuk berziarah dan mendoakan keluarganya yang dimakamkan di TPU Barunyatuh.

"Ini makam kakak saya Imas, suaminya Dadang, serta dua anaknya Pipin Kuswandi dan Andri. Jadi ada empat orang yang dimakamkan di sini," ujar Eha dengan suara lirih saat diwawancarai RMOLJabar, Sabtu, 21 Maret 2026.

Menurut Eha, Idulfitri tahun ini menjadi momen yang sangat berat karena untuk pertama kalinya ia harus merayakan Lebaran tanpa kehadiran keluarga yang selama ini selalu berkumpul bersama.

"Biasanya setiap Lebaran kami kumpul, makan bersama, bercanda. Sekarang rasanya sangat kehilangan," tuturnya.

Tak hanya keluarga korban, warga sekitar juga turut berziarah dan mendoakan makam-makam yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar TPU Barunyatuh, Dana (63) menyampaikan, masih terdapat sembilan makam korban longsor yang belum berhasil diidentifikasi.

Meski tidak diketahui identitasnya, warga setempat tetap datang untuk mendoakan mereka sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan.

"Kami tetap mendoakan makam yang belum diketahui identitasnya. Kami siram air dan taburkan bunga juga," ucap Dana.

Dijelaskan Dana, makam tersebut sebelumnya berjumlah sepuluh. Namun satu jenazah berhasil diidentifikasi sehingga telah diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan kembali.

Sebelumnya, jenazah korban longsor yang tidak teridentifikasi dimakamkan di TPU Barunyatuh oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Seluruh jenazah merupakan hasil proses evakuasi tim Basarnas selama masa tanggap darurat bencana.

Setelah ditemukan, jenazah menjalani proses pemeriksaan forensik guna mengungkap identitas korban. Namun hingga saat ini, masih ada sembilan makam yang belum diketahui identitasnya.

Sebagai informasi tambahan, bencana tanah longsor yang terjadi pada, 24 Januari 2026 lalu menimpa dua kampung yakni, Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda. 

Dari total 101 bodypack yang terkumpul selama operasi pencarian sebanyak 83 korban berhasil diidentifikasi. Sementara 10 korban lainnya yang ditemukan di Kampung Pasir Kuning hingga kini belum menemukan kecocokan data antemortem.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA