Melalui akun Instagram resmi
@infobmkg, BMKG menjelaskan bahwa saat ini posisi Siklon Tropis NURI berada di Samudra Pasifik, tepatnya di utara Papua. Dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum pada sistem siklon ini diprakirakan masih bertahan atau persisten.
Meskipun demikian, BMKG memprediksi pergerakan Siklon Tropis NURI cenderung menuju arah timur laut sehingga menjauhi wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam ke depan. Walaupun pusat siklon berada cukup jauh dari daratan Indonesia, keberadaan sistem ini tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian timur.
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia timur akibat pengaruh sirkulasi angin yang terbentuk dari sistem siklon tersebut. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain:
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua
Kondisi ini dipicu oleh pola sirkulasi angin yang terbentuk akibat keberadaan Siklon Tropis NURI di kawasan Pasifik utara, yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Peringatan Gelombang Laut TinggiSelain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia. Untuk kategori gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (moderate sea), potensi terjadi di wilayah:
- Perairan Kepulauan Sangihe–Talaud
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter (rough sea) berpotensi terjadi di:
- Samudra Pasifik utara Maluku
Gelombang dengan ketinggian tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan dan kapal berukuran kecil.
BMKG menyebutkan bahwa dampak tidak langsung dari Siklon Tropis NURI terhadap cuaca dan kondisi perairan Indonesia diperkirakan berlangsung dalam 24 jam ke depan hingga 12 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun di laut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
BMKG juga menegaskan bahwa pemantauan terhadap perkembangan siklon tropis di kawasan Pasifik akan terus dilakukan secara berkala. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru melalui laman resmi BMKG maupun kanal informasi resmi lainnya yang disediakan oleh lembaga tersebut.
BERITA TERKAIT: