Demikian disampaikan Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Emanuel Kristanto dalam siniar OKESIP (Obrolan Kekinian Seputar Informasi Publik), Rabu 25 Februari 2026.
Emanuel mengatakan, tiket mudik gratis tak boleh dipindahtangankan atau dijual kepada orang lain.
"Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan pihak-pihak yang layak menerima program," kata Emanuel.
Untuk memastikan keamanan pemudik, Dishub DKI Jakarta bekerja sama dengan polisi, TNI, pemangku kebijakan atau pihak yang terkait langsung dan tidak langsung dengan keamanan.
"Tidak hanya saat keberangkatan, tetapi selama perjalanan (petugas ikut sampai tujuan)," kata Emanuel.
Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta menyediakan 366 bus untuk arus mudik, meningkat dibandingkan tahun 2025 yakni 293 bus.
Sementara untuk arus balik, disediakan 295 bus dari 20 daerah tujuan dengan kuota 11.800 penumpang, meningkat dibandingkan tahun 2025 yakni 228 bus.
Selain penumpang, Pemprov DKI juga menyediakan arus mudik dan balik untuk sepeda motor. Disediakan sekitar 15 truk untuk mengangkut sekitar 50 sepeda motor pada arus mudik dan 15 truk pada arus balik.
Pendaftaran dilakukan secara daring di laman mudikgratis.jakarta.go.id, dengan melampirkan KTP dan KK. Pendaftaran dibagi menjadi tiga kluster berdasarkan daerah tujuan. Sementara bagi yang akan membawa sepeda motor, perlu melampirkan STNK.
Pemberangkatan peserta mudik gratis pada 17 Maret 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), lalu untuk sepeda motor pada 16 Maret 2026 di Terminal Pulogadung.
"Untuk arus balik, sepeda motor dilaksanakan 25 Maret di masing-masing terminal tujuan di 20 kota. Untuk penumpang pada 20 Maret 2026," pungkas Emanuel.
BERITA TERKAIT: