Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI, Prof. Basuki Supartono menegaskan bahwa pendirian Klinik PPKR merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang berkelanjutan.
“BSMI tidak akan meninggalkan Aceh sampai masyarakat Aceh benar-benar terpenuhi kebutuhan kesehatannya. Bagi kami, kemanusiaan tidak berhenti ketika status bencana dinyatakan selesai," kata Prof. Basuki melalui keterangan tertulisnya.
Ia menjelaskan bahwa BSMI telah lama hadir mendampingi Aceh sejak musibah tsunami 2004, termasuk dengan mendirikan Rumah Sakit BSMI di Lamlagang serta sejumlah klinik di wilayah Trienggading, Pidie.
“Dalam rangkaian bencana banjir Sumatera, BSMI mengirimkan relawan ke tiga wilayah terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Dari seluruh wilayah tersebut, Aceh menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya Aceh Tamiang," kata Prof. Basuki.
Sementara itu, PJ Klinik PPKR Aceh Tamiang, Apt. Juliansyah Putra menyampaikan bahwa Klinik Pratama BSMI Aceh Tamiang diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
“Klinik ini kami rancang agar mudah diakses oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu," kata Juliansyah.
Menurutnya, Klinik PPKR tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat pascabencana.
BERITA TERKAIT: